INFOKU, BLORA – Seperti Pemberitaan sebelumnya dan informasi yang dihimpun, sebelumya peristiwa perundungan juga terjadi pada November 2025 di kamar mandi SMPN 1 Blora saat jam istirahat.
Kasus itu kini
kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan ke Polres Blora.
Kepala SMPN 1 Blora
Ainur Rofiq membenarkan adanya dugaan perundungan tersebut.
Pihak sekolah
langsung melakukan penanganan awal dan mengumpulkan sejumlah siswa untuk
mengecek kronologi kejadian.
Korban sempat
meminta agar persoalan dimediasi.
“Korban minta
dimediasi karena ada beberapa informasi yang harus dikroscek. Kan baru sepihak,”
ujarnya pada pers.
Pihak sekolah
kemudian menjadwalkan mediasi pada Selasa (11/8), dengan mengundang orang tua korban
dan siswa yang terlibat.
Baca juga : Siswa SMPN di Blora di Bullying di Kamar Mandi, 33 Siswa Dipanggil Polisi
Namun, mediasi
tidak terlaksana karena pihak korban memilih melaporkan kasus tersebut ke
Polres Blora.
Ainur bersama guru
BK juga sempat mendatangi rumah korban.
Setelah perkara
dilaporkan, sekolah memilih menghormati dan mengikuti proses yang berjalan di
kepolisian. Dalam kasus tersebut, terdapat empat siswa yang dilaporkan sebagai
terduga pelaku.
Selain itu, ada
sejumlah siswa lain yang disebut terlibat, namun tidak dikategorikan sebagai
pelaku.
Pihak sekolah masih
mendalami kronologi, termasuk informasi mengenai dugaan korban sebelumnya
memasang jebakan air di pintu kamar mandi yang kemudian memicu persoalan.
“Ini perlu
dikroscek. Ada juga korban katanya pernah jadi korban itu, tapi yang memasang
siapa kita juga belum tahu,’’ kata Ainur.
Para siswa yang
terlibat disebut sempat saling meminta maaf dan hingga kini masih diperbolehkan
mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Baca juga : Pelaku dan Provokator Diminta Pindah Sekolah pada Kasus Perundungan Siswa SMP di Blora
Dalam kasus
tersebut, terdapat empat siswa yang dilaporkan sebagai terduga pelaku.
Selain itu, ada sejumlah siswa lain yang disebut terlibat dalam kejadian, tetapi menurut sekolah mereka tidak dikategorikan sebagai pelaku. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment