Analisis Masih Dilakukan Dinkes Blora, Walau Hasil Lab MBG SPPG Bogowanti Sudah Keluar

INFOKU, BLORASetelah menunggu bebeapa waktu terkiat hasil uji laboratorium menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan siswa akhirnya keluar. 

Hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tersebut telah diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora.

Kepala Dinkes Blora Edi Widayat mengatakan, hasil uji laboratorium baru diterima pihaknya kemarin pagi (10/8). Karena itu, hasil tersebut belum langsung disimpulkan.

Baca juga : Penyebab Keracunan 19 Siswa di Ngawen Blora Masih Misterius, BPOM Ambil Alih Uji Lab MBG

“Baru saja masuk pukul 08.40 tadi,” ujarnya pada pers.

Edi menjelaskan, hasil pemeriksaan BPOM masih perlu dianalisis lebih dulu. Pihaknya telah meminta tim terkait mencermati seluruh hasil uji laboratorium sebelum menentukan kesimpulan.

“Baru saya perintahkan bagian analisa. Biar dianalisis dulu,” katanya.

Kasus tersebut bermula ketika 19 siswa SD Negeri Sendangrejo mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG pada Selasa (21/7).

Para siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga : Ada 19 Siswa Blora Diduga Keracunan MBG, Sampel Menu MBG Dikirim ke BPOM

Sejumlah siswa mengalami muntah, mual, sakit perut hingga pusing. Beberapa diantaranya harus menjalani perawatan di puskesmas.

Menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri atas susu kotak cokelat, telur utuh, kacang campur tempe, anggur, dan nasi.

Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes Blora Tutik Rahayu dalam keterangan pers mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke SPPG Bogowanti setelah muncul kasus tersebut.

“Kami cek gudang, alur penerimaan barang, keluar masuk barang hingga ompreng,” jelasnya.

Baca juga : IPAL Bermasalah, Wabup Instruksikan Operasional Dapur SPPG Bogowanti Berhenti Sementara

Tak hanya itu, petugas juga memeriksa penempatan bahan makanan di SPPG. Sampel makanan turut diambil untuk pemeriksaan.

Menurut Tutik, sebelumnya Dinkes juga telah melakukan pengambilan sampel dan inkubasi guna mengetahui kemungkinan adanya bakteri pada makanan yang dikonsumsi para siswa.

Namun, pemeriksaan kemudian melibatkan BPOM. Lembaga tersebut melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel menu MBG.

“Karena BPOM punya kewenangan lebih terkait pemeriksaan ini, kami menunggu hasilnya,” tandasnya.

Baca juga : Walau SPPG Bogowanti Gunakan Minyak Goreng Bersubsidi, Kok Hanya Dihimbau

Kini, hasil laboratorium tersebut berada di tangan Dinkes Blora. Hasil analisis nantinya menjadi dasar untuk melihat apakah terdapat indikasi kontaminasi pada menu MBG yang dikonsumsi para siswa. (Endah/IST) 


Post a Comment

0 Comments