INFOKU, BLORA – Kejadian mengejutkan terjadi di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Bogowanti, yang kedapatan menggunakan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita.
Meski dinilai
menyalahi ketentuan, Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) Blora sejauh ini hanya memberikan imbauan kepada pihak pengelola.
Temuan ini mengemuka setelah insiden keracunan yang menimpa 19 siswa
SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen. Senin (20/7).
Baca juga : IPAL Bermasalah, Wabup Instruksikan Operasional Dapur SPPG Bogowanti Berhenti Sementara
Para siswa dilarikan ke Puskesmas Ngawen usai mengonsumsi makanan yang
didistribusikan oleh SPPG Bogowanti di bawah naungan Yayasan Mitra Cendekia Waskita.
Pemilik SPPG
Bogowanti, Sumining pada pers berkilah, sebelumnya pihaknya menggunakan minyak
goreng premium.
Sedangkan, lanjut
dia, penggunaan Minyakita berlangsung sekitar sepekan yang dibeli dari pemasok.
“Kami ambil dari supplier. Saya juga melihat mitra lain memakai Minyakita, jadi saya kira boleh. Di gudang sekarang masih ada sekitar tiga dus,” ujarnya.
Baca juga : Lho ..... Mayoritas Pekerja SPPG di Blora Belum Dikaver JKN
Belum
Diberi Sanksi
Sementara Koordinator
Wilayah (Korwil) SPPG Blora Artika Diannita menegaskan, penggunaan minyak
goreng bersubsidi tidak sesuai dengan ketentuan pelaksanaan program MBG.
Menurut dia, bahan
baku yang digunakan seharusnya berkualitas premium.
Meski begitu,
pihaknya belum menjatuhkan sanksi kepada mitra. Temuan tersebut lebih dulu akan
dilaporkan kepada KPPG Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti.
“Kami laporkan dulu
ke KPPG Jawa Tengah. Nanti keputusan terkait tindak lanjut maupun sanksi
menjadi kewenangan mereka,” katanya pada pers.
Sementara itu,
Korwil SPPG hanya akan memberikan imbauan kepada seluruh mitra di Kabupaten
Blora, agar tidak lagi menggunakan Minyakita dalam penyediaan makanan MBG.
Baca juga : Walau Tak Punya IPAL, Dapur SPPG Khusus Blora Lolos dari Suspensi
“Kami akan mengingatkan seluruh mitra agar kedepan tidak lagi memakai minyak goreng bersubsidi dan menggunakan minyak premium,’’ tandas Artika. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment