INFOKU, BLORA – Sudah hampir dua pekan pasca-insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 19 siswa SD Negeri Sendangrejo.
Namun penyebab
pasti kejadian itu masih menjadi tanda tanya.
Pemkab Blora belum berani menyimpulkan sumber keracunan, lantaran hasil uji laboratorium kini sepenuhnya berada di tangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Baca juga : Ada 19 Siswa Blora Diduga Keracunan MBG, Sampel Menu MBG Dikirim ke BPOM
Sebelumnya, sampel
makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti sempat akan
diperiksa oleh UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora.
Namun, proses
tersebut kemudian diambil alih BPOM yang turun langsung melakukan investigasi.
Kepala Dinas
Kesehatan (Dinkes) Blora Edi Widayat mengatakan, pihaknya kini hanya menunggu
hasil resmi dari BPOM.
Sebab, lembaga
tersebut memiliki kewenangan lebih tinggi dalam melakukan pengujian keamanan
pangan.
“Awalnya memang
Laboratorium Kesehatan Daerah sempat melakukan pemeriksaan. Tetapi setelah BPOM
datang, seluruh proses uji laboratorium diserahkan kepada mereka,” tuturnya
kepada pers, kemarin (3/8).
Baca juga : IPAL Bermasalah, Wabup Instruksikan Operasional Dapur SPPG Bogowanti Berhenti Sementara
Menurut Edi, hingga
saat ini hasil pemeriksaan belum diterima Dinkes Blora.
Karena itu,
pemerintah daerah belum dapat memastikan, apakah dugaan keracunan dipicu oleh
makanan, minuman, proses pengolahan, maupun faktor lainnya.
“Belum ada laporan
hasil uji laboratorium dari BPOM. Kami masih menunggu dan itu yang nanti
menjadi dasar untuk mengambil kesimpulan,” katanya.
Hasil laboratorium
tersebut juga akan menjadi pijakan bagi pemerintah daerah, dalam menentukan
langkah evaluasi terhadap operasional dapur MBG. Sehingga kejadian serupa tidak
terulang kembali.
Baca juga : Walau SPPG Bogowanti Gunakan Minyak Goreng Bersubsidi, Kok Hanya Dihimbau
Seperti
diberitakan, sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen,
mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa (21/7).
Para siswa sempat
menjalani perawatan di Puskesmas Ngawen setelah mengeluhkan mual, muntah,
hingga pusing.
Menu yang disajikan
saat itu berupa nasi, telur utuh, kacang campur tempe, anggur, dan susu kotak
rasa cokelat.
Usai kejadian, tim
Dinkes Blora langsung melakukan inspeksi menyeluruh ke dapur SPPG Bogowanti.
Kepala
Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda
Blora Tutik Rahayu mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap gudang
penyimpanan, alur distribusi bahan makanan, proses pengolahan, hingga
kebersihan ompreng yang digunakan untuk mengemas makanan.
Baca juga : Walau Tak Punya IPAL, Dapur SPPG Khusus Blora Lolos dari Suspensi
“Kami juga mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sekarang kami menunggu hasil resmi dari BPOM,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment