INFOKU, BLORA – Dari data yang didapat ternyata jaminan kesehatan bagi pekerja pada dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Blora masih minim.
BPJS Kesehatan
Cabang Blora mendata dari total 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tercatat baru satu
yayasan yang mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Blora, Mulyanto pada pers mengungkapkan, hingga saat ini baru SPPG Yayasan Assanusiyah yang telah bergabung sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Baca juga : Semua Dapur MBG Wajib Penuhi Standar Kelayakan
Yayasan tersebut
memilih skema peserta bukan penerima upah (PBPU) kolektif atau mandiri kelas
III.
“Baru satu SPPG
yang sudah mendaftar, yaitu Yayasan Assanusiyah dengan skema PBPU kolektif,”
ungkapnya.
Menurut Mulyanto,
BPJS Kesehatan telah menyiapkan dua skema kepesertaan yang bisa dipilih pihak
SPPG.
Skema pertama
adalah sebagai pekerja penerima upah (PPU) atau badan usaha. Dalam skema ini,
kelas perawatan ditentukan berdasarkan besaran gaji pekerja.
Pekerja dengan upah setara UMK hingga Rp 4 juta, berhak memperoleh layanan kelas II. Sementara pekerja dengan gaji mulai Rp 4,1 juta hingga batas atas Rp 12 juta akan mendapatkan hak layanan kelas I.
Baca juga : Walau Tak Punya IPAL, Dapur SPPG Khusus Blora Lolos dari Suspensi
Sementara itu,
skema kedua adalah PBPU kolektif atau mandiri kelas III.
Dalam skema ini,
besaran iuran yang dibayarkan sebesar Rp 35 ribu per orang setiap bulan.
Pembayaran
dilakukan secara kolektif menggunakan satu nomor virtual account.
Dia berharap,
puluhan SPPG lain di Blora segera mengikuti langkah tersebut.
Pasalnya,
perlindungan jaminan kesehatan bagi para pekerja dinilai penting, untuk
menjamin keberlangsungan pelayanan di dapur MBG.
“Dengan masih 78
SPPG yang belum terdaftar, kami terus melakukan sosialisasi agar seluruh
pekerja mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan,” tandasnya.
Baca juga : IPAL Bermasalah, Wabup Instruksikan Operasional Dapur SPPG Bogowanti Berhenti Sementara
Saat ini wartawan belum
mendapatkan konfirmasi dari Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG di Kabupaten
Blora, Artika Diannita.
Ketika dikonfirmasi via ponsel terdengar nada sambung. Namun hingga berita ini ditulis, Artika Diannita tak kunjung merespon. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment