INFOKU, BLORA – Wakil Ketua DPRD Blora dari Fraksi Gerindra, Lanova Chandra Tirtaka, mendorong penguatan sektor ekonomi produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah potensi daerah, mulai kehutanan, pertanian hingga minyak dan
gas bumi (migas), menjadi perhatian.
Di sektor kehutanan, Lanova mendorong pengembangan program CSR Pupuk Indonesia untuk kawasan perhutanan sosial.
Baca juga : PAW Belum Jelas, KPU Blora Tunggu Usulan Demokrat
Program tersebut menyasar sekitar 2.000 hektare lahan yang tersebar di
11 desa dan melibatkan tiga Kelompok Tani Hutan (KTH).
Sekitar 4.000 petani ditargetkan memperoleh manfaat melalui pengembangan
agroforestri.
Selain meningkatkan produktivitas lahan, program tersebut diarahkan
untuk mendukung pemulihan fungsi kawasan hutan.
“Program ini direncanakan mulai kick-off pada September mendatang dengan
nilai bantuan yang cukup besar. Targetnya sekitar 4.000 petani akan menerima
manfaat,” ujarnya.
Lanova menegaskan, pengembangan kawasan hutan harus tetap memperhatikan
keberlanjutan lingkungan.
Baca juga : Setya Utama (PKB) Dilantik sebagai Anggota Antar Waktu DPRD Blora
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengembangan
agroforestri sekaligus mengembalikan fungsi kawasan hutan menjadi lebih baik,”
jelasnya.
Tak hanya kehutanan, Lanova juga mendorong penguatan PT Blora Patra
Energi (BPE) melalui kerja sama dengan PT Saka Energi Indonesia.
Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan peran BUMD dalam
mengoptimalkan potensi migas daerah.
“Kita perlu mendorong transformasi BPE supaya lebih mandiri dan kuat.
Dengan potensi migas yang dimiliki Blora, sudah saatnya BPE menjadi pemain
besar di daerah sendiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan
daerah maupun kesejahteraan masyarakat,” katanya pada pers.
Sektor pangan juga menjadi perhatian. Produksi Gabah Kering Giling (GKG)
Blora pada 2025 mencapai 530.818 ton.
Produksi beras sekitar 305.252 ton dan jagung 482.466 ton.
Menurut Lanova, potensi tersebut perlu diikuti kebijakan yang memperkuat
posisi petani, terutama terkait akses pasar dan keberlanjutan produksi.
“Harapannya Kabupaten Blora bisa meningkatkan ketahanan pangan lebih
baik lagi. Potensi yang ada harus terus dikembangkan dan dikelola bersama,”
harapnya.
Baca juga : Akhirnya Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora
Dia menilai, penguatan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi antara
DPRD, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta.
“Kerja DPRD tidak bisa sendiri. Harus ada komunikasi dan kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment