INFOKU, BLORA – Tahap demi tahap pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora mulai berjalan.
Tahap awal berupa
penyiapan lahan yang kini memasuki minggu keempat masa kontrak selama 62 hari.
Progres pekerjaan
tersebut terbilang cukup cepat. Hingga akhir minggu ketiga, realisasi penyiapan
lahan mencapai 65,7 persen.
Capaian itu jauh melampaui progres yang direncanakan, yakni sekitar 9,6 persen.
Baca juga : Mulai 2026 UNY Siap Bangun Kampus 5 Lantai di Blora
Konsultan Pengawas
proyek, Sudibyo pada pers mengatakan, pekerjaan sejauh ini berjalan lancar
tanpa kendala berarti.
Bahkan, progres di
lapangan menunjukkan deviasi positif sekitar 57 persen dibandingkan rencana.
“Kontraknya 62 hari
dan sekarang sudah masuk minggu keempat. Akhir minggu ketiga progresnya 65,7
persen, sedangkan rencana baru 9,6 persen. Jadi cukup jauh di atas target,”
ujarnya.
Pekerjaan tahap awal tersebut meliputi penyiapan lahan, timbunan, hingga pondasi.
Total volume
timbunan mencapai sekitar 7.474,8 meter kubik, dengan luas lahan yang disiapkan
sekitar 7.200 meter persegi.
Material timbunan
yang digunakan berupa grosok atau agregat setara kelas B.
Material tersebut
didatangkan dari wilayah Rembang dan telah mendapat persetujuan pemilik
pekerjaan.
Untuk pekerjaan
penyiapan lahan tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 1,8
miliar.
Sudibyo
menjelaskan, percepatan pekerjaan terutama didukung banyaknya item timbunan
serta ketersediaan armada pengangkut material.
“Item utamanya
memang timbunan. Ketika material tersedia, armada pengangkut juga bisa langsung
bergabung, sehingga pekerjaan di lapangan lebih cepat,” jelasnya.
Meski progres
dikebut, kualitas material tetap menjadi perhatian.
Penimbunan
dilakukan secara bertahap dalam dua lapisan, dengan ketebalan masing-masing sekitar
30 hingga 50 sentimeter.
Setiap lapisan
dipadatkan dan menjalani pengujian kepadatan.
Pengujian dilakukan
bersama tim laboratorium UNY.
Berdasarkan hasil
sementara, material dan tingkat pemadatan dinyatakan memenuhi spesifikasi yang
ditetapkan.
“Setiap layer
dipadatkan kemudian dites. Hasil pengujian dari Lab UNY semuanya memenuhi,
bahkan ada yang di atas spesifikasi,” terang Sudibyo.
Dia menegaskan,
material yang tidak sesuai ketentuan akan ditolak.
Pengawasan juga
dilakukan untuk memastikan material yang digunakan sesuai dengan pengajuan yang
telah disetujui.
“Kalau material urukan tidak sesuai spesifikasi, pasti kami tolak,” tegasnya.
Sementara itu,
material hasil galian pondasi tidak digunakan kembali sebagai bahan timbunan.
Material tersebut hanya diratakan di lokasi pekerjaan.
Hingga saat ini,
Sudibyo memastikan belum ditemukan material timbunan yang tidak sesuai
pengajuan.
Pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan penyiapan lahan rampung sesuai spesifikasi. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment