INFOKU, BLORA - Pernyataan muncul dari Masyarakat Peduli Pendidikan dan Anak (MPPA) agar segera melaksanakan evaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah.
Pemenuhan gizi anak
dinilai tidak boleh mengganggu fungsi utama sekolah sebagai tempat belajar dan
mendidik.
Koordinator MPPA
Agus Ariyanto pada pers mengatakan, sekolah harus tetap menjadi ruang
pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Baca juga : Akhirnya Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora
"Kami
mendukung pemenuhan gizi anak. Tetapi pemenuhan gizi jangan sampai mengganggu
hak anak untuk mendapatkan proses pendidikan yang tenang, aman, dan
nyaman," kata Agus.
Pernyataan tersebut
disampaikan setelah kasus keracunan 216 siswa di SPPG Sukorejo 2, Kecamatan
Tunjungan, yang berujung penutupan permanen.
MPPA meminta Pemkab
Blora mengevaluasi pelaksanaan MBG, termasuk mekanisme distribusi dan
pengawasan keamanan pangan.
Jika pelaksanaan
program mengganggu proses belajar-mengajar, pemerintah diminta mempertimbangkan
mekanisme alternatif.
Agus menyebut,
sejumlah opsi dapat dikaji, seperti distribusi makanan langsung ke rumah
penerima manfaat atau bantuan kepada orang tua berdasarkan data yang valid dan
terverifikasi.
"Gizi anak penting, pendidikan anak juga sangat penting. Penuhi gizi anak, tanpa mengganggu pendidikannya," tegasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment