INFOKU, BLORA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, pada Jumat siang (11/9/2026) sidak ke Dapur SPPG Sukorejo 2 Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Yang kemarin diduga
kuat menjadi penyebab kejadian keracunan pelajar di wilayah Kecamatan
Tunjungan.
Sidak dilakukan dengan didampingi Bupati Arief Rohman, Wakil Bupati Sri
Setyorini selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Wakil Ketua DPRD Blora
Lanova Candra Tirtaka, dan Komandan Kodim 0721 Blora, Letkol Kav. Yudhi Agus
Setiyanto.
Kemudian ada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan Forkopimcam
Tunjungan.
Setibanya di lokasi, Wakil Ketua BGN dan rombongan langsung meninjau
kondisi SPPG baik dari sisi bangunan maupun operasional.
Evaluasi internal dilakukan langsung di dalam dapur SPPG, bersama
Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita.
Adapun Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2, Afif Djaelani bersama pemilik SPPG
Sukorejo 2 Wasono Basuki, hanya dapat terdiam mendengarkan teguran dari Wakil
Ketua BGN.
Akan Ditutup Total
Selama sidak, Wakil Ketua BGN ternyata menemukan kondisi dapur yang menurutnya
sangat tidak layak.
Baca juga : Dugaan Keracunan MBG Pada 136 Siswa SMAN 1 Tunjungan, Wabup Blora Usulkan Penutupan SPPG Sukorejo 2
Dia bahkan menegaskan bahwa kepala dapur langsung dicopot dan dapur akan
disuspend secara permanen.
“Perlu saya sampaikan bahwa ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan
(MBG) di Blora (SPPG Sukorejo 2 Tunjungan). Untuk dapur ini harus diberikan
tindakan tegas. Kita suspend berat hingga suspend permanen. Saya lihat dapurnya
sangat sangat tidak layak, cukup jelek dan banyak sekali SOP yang tidak
dilaksanakan. Nanti setelah investigasi 30 hari, langsung kita suspend
permanen,” tegasnya.
“Kemudian kepala dapurnya juga jelas akan kita copot karena dia tidak
menjalankan tugasnya dengan baik, tidak patuh pada SOP,” lanjut Trenggono.
“Yang utama adalah, kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Bu
Wakil Bupati selaku Ketua Satgas, yang telah bergerak cepat sehingga semuanya
dapat tertangani dengan baik. Alhamdulillah semua korban sudah mulai membaik,
tinggal beberapa yang masih di rumah sakit kondisinya juga berangsur pulih,”
ungkapnya.
Baca juga : Cemaran Tinja dalam Air, Penyebab Keracunan MBG Akhirnya Terbongkar
Sebelumnya, pihaknya sempat menjenguk 2 korban yang masih perawatan di RSUD
dr. R. Soetijono Blora dan 1 korban yang masih perawatan di RS PKU Muhammadiyah
Blora.
Proses Hukum
Ketiganya sudah berangsur pulih dan menunggu jadwal pulang dari dokter.
Lantas, terkait dengan unsur pelanggaran hukum, pihaknya menyatakan masih
menunggu hasil investigasi dan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan kejadian
ini. Kalau memang ada unsur pidananya ya akan kita tindak sesuai ketentuan
hukum yang berlaku. Hasil laboratorium nya juga masih diproses, sabar ya,” ucap
Trenggono.
Ditempat yang sama Bupati Blora Arief Rohman, mengucapkan terimakasih kepada Wakil Kepala BGN
yang telah bersedia turun langsung melaksanakan monitoring dan sidak di
Kabupaten Blora.
Baca juga : Walau SPPG Bogowanti Gunakan Minyak Goreng Bersubsidi, Kok Hanya Dihimbau
Karena menurutnya banyak koordinator MBG yang minim komunikasi dengan unsur pimpinan daerah, sehingga pihaknya mendorong agar kedepan ada forum evaluasi bersama dengan lintas sektoral.
Sebagai informasi, peristiwa keracunan menu MBG ini berawal pada hari Senin (7/9/2026) ketika ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan merasakan tidak enak badan, perut mules dan lainnya hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Sukorejo 2 Kecamatan Tunjungan.(Endah/KOM)


0 Comments
Post a Comment