Galian Fiber Optik Makin Jadi Sorotan, Akibatkan Dua Warga Blora Alami Laka Lantas

INFOKU, BLORASorotan makin tertuju pada pengerjaan jaringan fiber optik di sepanjang Jalan Nasional Blora-Cepu. 

foto : IST   

Dua warga dilaporkan mengalami kecelakaan di sekitar lokasi galian, bahkan salah satunya disebut mengalami patah tulang.

Manager Operasional Jateng-DIY PT Mora Republik Solihun mengaku baru mengetahui laporan tersebut, setelah berkomunikasi dengan pihak Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca juga : Ngeri.....Galian Optik Sepanjang Blora-Jepon Jadi Sorotan

“Kami akan mendatangi korban untuk memastikan kondisinya. Informasinya, ada yang mengalami patah tulang,” ujarnya pada  pers.

Dua kecelakaan itu terjadi di lokasi berbeda, yakni sekitar depan Terminal Blora dan depan Koramil.

Total panjang galian mencapai 12,3 kilometer dengan progres pekerjaan sekitar 75 persen.

Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi perusahaan.

PT Mora Republik berjanji akan mengecek vendor yang mengerjakan proyek di lapangan.

Baca juga : Aksi Jalan Mundur ke Kejari dan DPRD, Demo Soroti Dugaan Pemberian Uang di Proyek Sekolah Rakyat

“Kami akan mengevaluasi dan mengecek vendor yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

Terkait sosialisasi tentang LLAJ, Solihun mengaku sebelumnya tidak mengetahui jika harus dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Pihaknya merasa telah mengurus perizinan kepada BPJN.

“Kami baru mengetahui adanya ketentuannya  sebelum pekerjaan berjalan. Sebelumnya, yang kami pahami perizinan ke BPJN sudah dilakukan,” katanya.

Dia menyebut, perizinan juga telah ditempuh dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Aktivitas tersebut turut memiliki retribusi yang dinilai berpotensi menambah PAD.

“Perizinan sudah kami tempuh dari kabupaten hingga nasional. Ada retribusi yang juga bisa memberikan kontribusi terhadap PAD,” ungkapnya.

Solihun menegaskan, proyek tersebut tidak menggunakan APBD Blora maupun anggaran pemerintah. Pembiayaan berasal dari PT Mora Republik.

“Seluruh anggaran berasal dari perusahaan, bukan APBD maupun anggaran pemerintah lainnya,” katanya.

Untuk pemulihan area galian, perusahaan telah membuat kesepakatan dengan vendor.

Baca juga : Oknum ASN Bantah Dugaan Pengkondisian Pemenang Tender Pembangunan Sekolah Rakyat

“Vendor kami wajib mengembalikan tanah yang sudah digali,” terangnya.

Sementara terkait kompensasi bagi rumah warga di sekitar jalur pekerjaan, Solihun mengaku sulit direalisasikan karena galian berada di tanah jalan nasional.

Jaringan fiber optik tersebut dibangun untuk mendukung pemerataan akses digital, termasuk layanan internet dan wifi bagi rumah warga.

Di tengah progres pekerjaan yang mencapai 75 persen, laporan kecelakaan menjadi catatan terkait keselamatan pengguna jalan, pengamanan galian, serta pemulihan area setelah pekerjaan selesai. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments