INFOKU, BLORA – Hari ini sudah 3 hari pascakejadian, bangkai pesawat yang jatuh di lahan pertanian Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, belum juga dievakuasi. Kondisi tersebut membuat petani tembakau terdampak belum bisa memanen tanamannya.
Salah satu petani terdampak, Susilowati, 47, warga Dukuh Banjarmlati, Desa Sarimulyo, mengatakan lahan tembakau miliknya memiliki luas sekitar setengah hektare. Hampir separuh tanaman terdampak akibat pesawat jatuh dan terbakar.
Menurut Susilowati, tanaman tembakau sebenarnya sudah memasuki masa panen. Rencananya, panen dilakukan pekan ini. Namun, aktivitas tersebut terpaksa ditunda karena lokasi masih dipasangi garis polisi dan bangkai pesawat belum diangkat.
Baca juga : Pesawat Jatuh di Sarimulyo Blora Dua Orang Selamat
"Seharusnya minggu ini waktunya panen. Tapi tidak boleh didekati karena masih ada garis polisi," ujarnya pd pers.
Dia mengaku mendapat informasi mengenai kejadian tersebut dari tetangga melalui telepon. Saat itu, suaminya sempat tidak percaya. Setelah mengecek langsung menggunakan sepeda motor, ternyata lahan tembakau miliknya terbakar akibat pesawat jatuh.
Dia juga khawatir keterlambatan panen berdampak pada kerja sama dengan perusahaan tembakau di Rembang. Sebab, dirinya telah menandatangani kontrak dan memiliki kewajiban mengirim hasil panen sesuai ketentuan.
"Kita sudah kerja sama dengan PT yang ada di Rembang. Yang saya takutkan ada denda kalau tidak segera panen dan dikirim. Karena kita sudah tanda tangan kontrak hitam di atas putih," katanya.
Sementara itu, terkait ganti rugi, Susilowati menyebut pembicaraan sudah dilakukan. Pilot pesawat disebut menyampaikan kesediaan untuk memberikan ganti rugi. Sedangkan dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur juga ada janji pemberian ganti rugi.
Namun, hingga kini belum ada kepastian maupun pembayaran ganti rugi kepada dirinya. "Kalau dari FASI Jawa Timur masih menjanjikan akan diganti rugi, tapi masih secara lisan," ungkapnya.
Susilowati berharap ada kepastian mengenai ganti rugi tersebut. Dia berharap kerugian yang dialami akibat rusaknya tanaman tembakau bisa diganti sekitar Rp20 juta.
"Keinginannya ganti rugi Rp20 juta," tuturnya.
Baca juga : Galian Fiber Optik Makin Jadi Sorotan, Akibatkan Dua Warga Blora Alami Laka Lantas
Di sisi lain, bangkai pesawat hingga Selasa (8/9) masih berada di lokasi. Garis polisi juga masih terpasang sehingga petani belum leluasa masuk ke lahan untuk melakukan panen.
Kondisi tersebut membuat petani berharap proses evakuasi bangkai pesawat segera dilakukan. Dengan begitu, lahan bisa kembali diakses dan tanaman tembakau yang masih dapat dipanen tidak semakin mengalami kerugian.(Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment