Cemaran Tinja dalam Air, Penyebab Keracunan MBG Akhirnya Terbongkar

INFOKU, BLORAAkhirnnya terbongkar faktor Penyebab belasan siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen keracunan makan bergizi gratis (MBG). 

foto :  IST  

Hasil laboratorium dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap adanya pencemaran pada air yang digunakan untuk memasak menu MBG di SPPG Bogowanti.

Baca juga : Analisis Masih Dilakukan Dinkes Blora, Walau Hasil Lab MBG SPPG Bogowanti Sudah Keluar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Edi Widayat menjelaskan, berdasarkan hasil laboratorium BPOM itu pada pemeriksaan air mengandung Coliform 120CFU/100 ml.

Coliform merupakan indikator adanya cemaran tinja dalam air.

Standar air bersih yang diizinkan untuk air perpipaan adalah 10/100ml air, sedangkan air bukan perpipaan adalah 50/100 ml air.

Edi mengatakan, bakteri E.coli tersebut terkandung pada makanan dan air yang digunakan untuk mencuci dan mengolah makanan.

Baca juga : Penyebab Keracunan 19 Siswa di Ngawen Blora Masih Misterius, BPOM Ambil Alih Uji Lab MBG

“Bakteri tersebut terkandung di dalam air yang digunakan untuk mencuci dan mengolah makanan,” jelasnya pada pers.

Selain air uji laboratorium juga diterapkan pada menu serta susu yang menjadi menu MBG dari SPPG Bogowanti, yang tempo waktu menyebabkan 19 siswa SDN Sendangrejo keracunan.

“Angka lempeng total ( ALT) pada telur bumbu kuning, tumis kacang, wortel, dan putren tidak memenuhi syarat (TMS),’’ imbuhnya.

ALT adalah metode pengujian laboratorium untuk menghitung jumlah mikroorganisme hidup. Seperti bakteri atau kapang dan khamir di dalam suatu sampel per gram atau per mililiter.

“Susu diperiksa pada ambang batas normal,” tambahnya.

Baca juga : Ada 19 Siswa Blora Diduga Keracunan MBG, Sampel Menu MBG Dikirim ke BPOM

Seperti diketahui, pada 20 Juli lalu, setelah mengkonsumsi menu MBG 19 siswa SD Negeri Sendangrejo keracunan.

Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Ngawen.

Di Puskesmas Ngawen pada pukul 09.30 sejumlah siswa terbaring di bed yang berada di instalasi gawat darurat (IGD).

Sejumlah siswa terbaring dan lemas ditemani orang tua dan guru.

Pada saat itu salah satu siswi merasa aneh setelah memakan menu MBG, terutama setelah minum susu.

Baca juga : Walau SPPG Bogowanti Gunakan Minyak Goreng Bersubsidi, Kok Hanya Dihimbau

Guru SD Negeri Sendangrejo Nova Dwi menjelaskan, semula siswa mengkonsumsi menu MBG pada pukul 07.30 dari dapur SPPG Bogowanti.

“Menu MBG sudah sampai pukul 07.00, namun baru kita bagikan setelah upacara,” katanya.

Setelah menu MBG dibagikan ke siswa, selang beberapa menit saja sejumlah siswa langsung menunjukkan gejala. Seperti mual, sakit perut, hingga muntah.

Baca juga : IPAL Bermasalah, Wabup Instruksikan Operasional Dapur SPPG Bogowanti Berhenti Sementara

Ada yang muntah sampai tiga kali di sekolah,’’ ungkapnya. (Endah/IST)  


Post a Comment

0 Comments