INFOKU, BLORA – Ada Sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
Para siswa
mengeluhkan mules, diare, muntah, lemas hingga pusing.
Keluhan tersebut
muncul pada kemarin (8/9), sehari setelah siswa menerima dan mengonsumsi menu
MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 pada
Senin (7/9).
Pihak sekolah kemudian meminta siswa yang mengalami keluhan kesehatan berkumpul di aula. Mereka berasal dari kelas X, XI, hingga XII.
Baca juga : Cemaran Tinja dalam Air, Penyebab Keracunan MBG Akhirnya Terbongkar
Kepala
Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas
Kesehatan (Dinkes) Blora, Tutik mengatakan, dari total 1.180 siswa, sementara
tercatat 133 siswa mengalami gejala.
"Ini sementara
diperiksa oleh petugas puskesmas. Ada yang mengeluh pusing, diare, dan
muntah," ujarnya.
Beberapa siswa
dengan kondisi cukup lemah mendapat penanganan lebih lanjut.
Salah seorang siswi
bahkan dirujuk ke Klinik Citra Mulia, karena mengalami kondisi lemah disertai
keluhan pada detak jantung.
Meski keluhan
muncul sehari setelah mengkonsumsi MBG, pihak Dinkes belum memastikan
penyebabnya berasal dari makanan tersebut.
Baca juga : Analisis Masih Dilakukan Dinkes Blora, Walau Hasil Lab MBG SPPG Bogowanti Sudah Keluar
"Untuk
memastikan apakah keracunan MBG, kita belum tahu karena kita belum sidak ke
SPPG. Ini terindikasi setelah makanan MBG yang kemarin," jelas Tutik pada
pers.
Sementara itu,
Ketua Satgas MBG Blora yang juga Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyebut
SPPG Sukorejo 2 sebelumnya telah dua kali mendapat peringatan.
"Sudah
kejadian dua kali dan ini yang ketiga. Ya, mau enggak mau kami harus
mengusulkan tutup," tegasnya.
Menurut wabup,
pihaknya mengusulkan agar SPPG tersebut ditutup permanen karena persoalan
serupa telah terjadi hingga tiga kali.
Pihaknya juga akan
mengusulkan pengembalian kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penerima
manfaat yang sebelumnya telah mendapatkan alokasi anggaran.
Selain persoalan
siswa yang mengalami gangguan kesehatan, kualitas makanan dari SPPG tersebut
juga menjadi sorotan.
Belatung
di MBG ?
Menu yang
dibagikan pada hari Senin (7/9) antara
lain nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, rebusan brokoli, dan
jagung manis.
Bahkan, terdapat
laporan temuan benda yang disebut menyerupai belatung pada sayuran brokoli.
Baca juga : Walau SPPG Bogowanti Gunakan Minyak Goreng Bersubsidi, Kok Hanya Dihimbau
Temuan tersebut
masih perlu ditelusuri untuk memastikan sumber dan penyebabnya.
"Di Al-Banjari
bahkan ada belatungnya," jelasnya.
Salah seorang
siswa, Nino Alfiansah, mengaku mengalami mules setelah menyantap menu MBG.
"Saya
mengalami mules, Mas," katanya.
Keluhan lebih berat
dialami Muhammad Diandra.
Dia mengaku
mengalami diare, mules, lemas, dan pusing. Bahkan, dia mengaku buang air besar
hingga enam kali.
"Saya diare,
mules, lemas, dan pusing. Mencret sampai enam kali," ungkapnya.
Sebagai langkah
sementara, pembagian MBG kepada siswa SMAN 1 Tunjungan pada Selasa (8/9)
dihentikan.
Para siswa juga
dipulangkan lebih awal sembari menjalani pemeriksaan kesehatan.
Baca juga : Ada 19 Siswa Blora Diduga Keracunan MBG, Sampel Menu MBG Dikirim ke BPOM
Dinkes Blora masih
melakukan investigasi untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Pemeriksaan terhadap siswa, makanan yang dikonsumsi, serta SPPG Sukorejo 2 menjadi bagian dari proses untuk mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan MBG. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment