INFOKU, BLORA - Dampak efisiensi anggaran sangat berdampak pada pembangunan di kabupaten Blora.
Tahun ini anggaran untuk infrastruktur disunat hingga Rp 279 miliar dari tahun sebelumnya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora
mengestimasi anggaran tahun ini hanya mampu mengkaver pembangunan sekitar 6
kilometer (km) jalan di seluruh wilayah Kabupaten Blora.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora Nizamudin Al Huda mengungkapkan pada pers, tahun ini anggaran pembangunan jalan hanya sekitar Rp 21 miliar.
Baca juga : Baru 5 Titik Yang Capai 60 Persen, Progres Pembangunan KDMP di Blora Lambat
“Targetnya, kurang lebih 6 kilometer (km) jalan untuk menekan persentase
jalan rusak yang masih cukup tinggi,” ujar Huda.
Pemangkasan anggaran tahun ini cukup tinggi.
Dia membandingkan, pada tahun lalu anggaran pembangunan jalan mencapai
sekitar Rp 300 miliar.
Penurunan drastis ini menjadi tantangan serius bagi DPUPR Blora dalam
menjaga kualitas jalan daerah.
“Kami sudah berusaha mengajukan Inpres lagi. Harapannya minimal sama dengan anggaran Inpres tahun kemarin,” jelasnya.
Baca juga : Pemdes Kelabakan, Besaran DD Kabupaten Blora Turun Drastis
Huda menuturkan, percepatan pelaksanaan pembangunan menjadi kunci utama,
khususnya pada triwulan pertama tahun anggaran.
“Kalau serapan kita bagus dan besar, Insya Allah ada peluang penambahan
dana transfer ke daerah dari pusat,” ucapnya.
Tahun lalu pihaknya memfokuskan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan
untuk menjaga tingkat kemantapan jalan di angka 69 persen.
“Jangan sampai turun. Syukur-syukur bisa naik,” imbuhnya.
Baca juga : Lho.... Tempat Penampungan Minyak Mentah di Blora Terbakar
Dia mengklaim, kanal pengaduan masyarakat DPUPR Blora relatif sepi dari
keluhan serius terkait kondisi jalan sepanjang Tahun 2025 lalu.
Justru, diakuinya, sebagian besar masukan yang diterima bernada positif.
“Banyak respons positif. Masyarakat senang karena pembangunan jalan cukup masif,” pungkasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment