INFOKU, BLORA – Pada tahun ini Pemerintah Desa (Pemdes) di Kabupaten Blora bakal gigit jari.
Pasalnya, tahun 2026 besaran dana desa (DD) turun drastis.
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa (PMD) Blora, semula DD paling rendah Rp 700 jutaan dan kini
rerata di bawah Rp 400 juta di masing - masing desa.
Tahun lalu besaran DD pada 271 desa di Kabupaten Blora
sebesar Rp 256 miliar.
Namun tahun ini besarannya dipangkas menjadi Rp 65,6
miliar.
Baca juga : Inilah 5 Desa Peroleh Dana Desa Tertinggi di Blora, Ada Yang Tembus Rp 2 Milyar
Kabid Penataan Pengembangan dan Pengelolaan Keuangan Desa Dinas PMD Blora, Suwiji menjelaskan, penurunan
besaran DD berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan (DJPK) Kementrian Keuangan (Kemenkeu).
“Penurunannya sangat luar biasa, kini dari masing-masing
desa menerima antara Rp 215 juta hingga Rp 373 juta di tahun ini,"
jelasnya.
Bahkan besaran DD di beberapa desa bolrh dikata terjun
payung.
Suwiji memberikan contoh desa dengan besaran DD terendah dan terbanyak tahun lalu.
“Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora itu Rp 700 jutaan dan
Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan mendapat dua koma sekian miliar rupiah,“ tambahnya.
Tahun ini, Desa Ngadipurwo dikucuri DD hanya Rp 215 juta,
sedangkan Desa Mendenrejo Rp 373 juta.
Artinya ada penurunan yang cukup signifikan di setiap
desa.
Lebih lanjut, Suwiji menyampaikan, terkait data dan
informasi itu sudah disampaikan ke Pemdes di seluruh Blora yang dibagikan
melalui pemerintah kecamatan.
Baca juga : Woow ..... Dana Desa Tahap 2 Tidak Bisa Cair, Banyak Kades di Kabupaten Blora Mengeluh
“Sudah sampaikan lewat grup WA kecamatan dan Praja.
Situasi ini tidak hanya terjadi di Blora tapi sekala nasional. Semua dana desa
reguler turun,“ ucapnya.
Dengan keterbatasan DD, dia berharap, anggaran yang ada
digunakan dengan bijak dan memperhitungkan skala prioritas.
“Kita belum tahu nanti ada dana desa di luar reguler atau
tidak, misal untuk dukungan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Termasuk nilai
dan penggunaan detail seperti apa, belum tahu," ujarnya.
Penurunan besaran DD ini membuat Pemdes kelimpungan untuk
merealisasikan sejumlah program di desa masing-masing.
Sekretaris Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Tegung
mengakui sudah menerima pemberitahuan dari Dinas PMD Blora terkait penurunan
besaran DD tahun ini.
Baca juga : Ada 52 Desa di Blora Dapat Penghargaan Alokasi Kinerja Dana Desa 2024 Kemenkeu
“Sudah tahu bakal turun, dana desa sekarang tinggal Rp 362 jutaan. Kita dari pihak desa pasrah, walaupun gaji kita bakal di bawah UMR Blora,” ucap Tegung saat dikonfirmasi via ponsel. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment