INFOKU, BLORA – Terlihat aliran Sungai Lusi di bawah Jembatan Kalitempur, Desa Ngilen, Kecamatan Kunduran dipenuhi sampah.
Sampah
didominasi batang bambu dan kayu itu terlihat menumpuk karena terhambat oleh
tiang besi bekas jembatan yang dibangun oleh Pertamina.
Officer
Communication Relations & CID Zona 11, Edi Arto, pada pers mengakui tiang
bekas jembatan yang menyebabkan sampah menumpuk tersebut memang milik
Pertamina.
“Iya, waktu itu juga Pak Camat Kunduran sudah berkirim surat ke kami, di awal Februari 2025," katanya, Kamis (15/1/2026).
Baca juga : Ternyata Pemkab Blora Hanya Mampu Bangun Jalan Sepanjang 6 Kilometer
Pertamina
sudah pernah melakukan survei pada 2025 lalu, namun upaya pemotongan besi bekas
jembatan tersebut belum dilakukan.
“Memang
waktu itu kami tunggu debit airnya memungkinkan, karena tahun lalu sudah
berlalu dan belum jadi dikerjakan. Otomatis kami akan melakukan survei ulang,
tetapi kami agendakan akan survei minggu depan. Kalau dikerjakan sekarang kan
tidak memungkinkan,” jelasnya.
Sejumlah
instansi bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk
di bawah Jembatan Kalitempur pada Kamis (15/1/2026).
Sampah
yang menumpuk di aliran sungai Lusi tersebut tidak bisa mengalir karena adanya
tiang besi bekas jembatan milik Pertamina.
Mereka
yang melakukan aksi bersih-bersih menggunakan parang, gergaji mesin, dua perahu
karet, hingga dua ekskavator backhoe.
Baca juga : Pemdes Kelabakan, Besaran DD Kabupaten Blora Turun Drastis
Pelaksana
tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten
Blora, Nidzamudin Al Huda mengatakan, sampah-sampah tersebut berasal dari hulu
sungai yang kemudian mengalir mengikuti laju air.
Jika
dibiarkan menumpuk, akan menyebabkan tebing-tebing sungai tergerus sehingga berpotensi
longsor dan banjir.
“Ini
kita bersihkan supaya tidak menggerus, aliran terganggu, nanti akan menggerus
tebing-tebing di sisi-sisi sungai, yang menyebabkan banjir,” terangnya.
Dirinya
menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya sekali dilakukan, tetapi pada tahun
lalu juga sudah pernah dikerjakan.
Maka
dari itu, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membuang
sampah ke sungai.
Baca juga : Baru 5 Titik Yang Capai 60 Persen, Progres Pembangunan KDMP di Blora Lambat
Harapannya
masyarakat itu tidak membuang sampah di sungai, buanglah sampah di pada
tempatnya.
Jadi, aliran sungai tidak terganggu dan memang ini sampah yang paling banyak sampah organik," ujar dia.(Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment