INFOKU, BLORA – Tahun 2026 ini, anggaran bagi Pemerintah Desa (Pemdes) makin terbatas.
Bukan hanya dana desa (DD) yang dikepras signifikan, Pemkab Blora juga tidak menggelontorkan bantuan keuangan kabupeten
(Bankab) kepada sejumlah desa.
Kondisi ini tentu cukup sulit bagi Pemdes yang masih memiliki banyak PR
perbaikan di wilayah masing-masing.
Anggota Komisi A DPRD Blora Muchammad Mukhlisin menyayangkan tidak adanya Bankab.
Baca juga : Pemdes Kelabakan, Besaran DD Kabupaten Blora Turun Drastis
Sehingga, diakuinya, agenda yang di desa akan tersendat, bahkan
infrastruktur tidak masif seperti tahun sebelumnya.
“Infrastruktur desa mungkin tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya,
yang itu banyak juga dikaver oleh Bankab dan dana desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, kondisi Pemkab Blora saat ini sedang
prihatin dengan adanya pemotongan transfer ke daerah (TKD) cukup besar, yang membuat Bankab terpaksa ditiadakan
tahun ini.
“Semoga TKD nantinya ada tambahan dari pusat,” ujarnya.
Meski tidak ada Bankab, pihaknya meminta, Pemdes tetap memberikan
pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Baca juga : Woow ..... Dana Desa Tahap 2 Tidak Bisa Cair, Banyak Kades di Kabupaten Blora Mengeluh
“Mungkin kegiatan fisik dan yang lain akan berkurang, tapi pelayanan
tetap harus jalan karena itu tugas mereka (Pemdes, red),” katanya.
“Dalam hal layanan, saya percaya profesionalisme dari teman-teman
aparatur desa,” sambungnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Penataan, Pengembangan, dan Pengelolaan
Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora
Suwiji pada pers membenarkan tidak adanya anggaran Bankab tahun ini untuk desa.
Suwiji menjelaskan, tahun lalu Pemkab Blora masih menggelontorkan Rp
47,71 miliar, yang dibagikan kepada 149 desa dari total 271 desa.
Kemudian pada Tahun 2024, Pemkab Blora menggelontorkan Bankab sebesar Rp
58,02 miliar.
“Tahun ini nol. Bankeu Kabupaten Blora untuk sarana prasarana desa di Tahun 2025 hanya sebesar Rp 47.718.500.000,'' pungkasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment