INFOKU, BLORA - Bupati Blora Arief Rohman, didampingi Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Dasiran, dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Ali Said, bersama Kepala BPS Kabupaten Blora Rukhedi, beserta jajaran, di Kantor Bupati Blora, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda audiensi terkait hasil
pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus membahas perkembangan kondisi sosial dan
ekonomi Kabupaten Blora, termasuk pemutakhiran data DESIL yang menjadi salah
satu perhatian pemerintah daerah.
Baca juga : Ada 6.250 Bansos di Kabupaten Blora Ditangguhkan, Terindikasi Judol
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga menyampaikan perkembangan perekonomian
Kabupaten Blora berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan
II 2026.
Perekonomian Kabupaten Blora pada Triwulan II 2026 masih menunjukkan
pertumbuhan positif secara tahunan. PDRB Blora tumbuh sebesar 2,67 persen
secara tahunan (year-on-year/y-on-y), sedangkan pertumbuhan kumulatif Semester
I 2026 mencapai 3,90 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Blora masih memiliki
ketergantungan yang cukup besar terhadap sektor berbasis sumber daya alam,
produksi primer, perdagangan, dan industri pengolahan.
Karena itu, tantangan ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi
tetap positif, tetapi juga meningkatkan kualitas pertumbuhan agar lebih tinggi,
stabil, dan berkelanjutan.
Penguatan produktivitas pertanian, peningkatan nilai tambah dan hilirisasi
komoditas, pengembangan industri pengolahan, penguatan sektor perdagangan,
serta peningkatan investasi menjadi sejumlah langkah strategis yang perlu terus
didorong.
BPS Dorong Pemutakhiran Data DESIL
Selain membahas perkembangan ekonomi, audiensi juga menyoroti persoalan
data DESIL yang saat ini menjadi perhatian masyarakat.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik
kunjungan BPS Jawa Tengah dan BPS Kabupaten Blora untuk berdiskusi mengenai
berbagai perkembangan data dan kondisi masyarakat di Kabupaten Blora.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita kedatangan Kepala BPS Jawa Tengah dan BPS
Blora. Kita tadi berdiskusi berbagai hal, khususnya sekarang yang menjadi
perhatian publik ini terkait dengan DESIL,” ujar Bupati.
Sedangkan Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said, menjelaskan, data DESIL
yang menjadi rujukan saat ini masih menggunakan kondisi tahun 2022.
Sementara itu, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pada 2026 telah
mengalami berbagai perubahan.
Menurutnya, perubahan kondisi tersebut perlu diikuti dengan pemutakhiran
data secara menyeluruh agar informasi yang digunakan dalam berbagai kebijakan
benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat terkini
“DESIL yang saat ini rujukannya masih kondisi tahun 2022 dan sekarang sudah
2026 banyak perubahan kondisi di masyarakat yang tentu itu mempengaruhi
informasi pada data itu sendiri, sehingga perlu pemutakhiran data secara
menyeluruh,” jelasnya.
Dia menambahkan, pemutakhiran data membutuhkan kerja sama dan kolaborasi
berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah desa hingga
masyarakat.
Hal tersebut karena perubahan status DESIL tidak hanya berkaitan dengan
perubahan kondisi individu atau satu keluarga, tetapi juga mempertimbangkan
kondisi seluruh anggota keluarga.
“Kita membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait,
Pemkab, desa dan masyarakat, karena perubahan pada DESIL ini tidak hanya
dipengaruhi oleh perubahan individu atau personal pada keluarga itu sendiri,
tetapi seluruh anggota keluarga,” katanya.
Masyarakat Dapat Sampaikan Masukan
Menanggapi hal tersebut, Bupati Blora menegaskan bahwa BPS terbuka terhadap
masukan masyarakat terkait status DESIL yang dinilai belum sesuai dengan
kondisi terkini.
Masyarakat yang merasa terdapat ketidaksesuaian data dapat menyampaikan
informasi melalui Dinas Sosial maupun langsung kepada BPS Kabupaten Blora untuk
selanjutnya dilakukan pemutakhiran sesuai mekanisme yang berlaku.
“BPS sangat menerima masukan atas status DESIL yang ada. Bisa dilaporkan
melalui Dinsos atau langsung ke BPS Blora. Perubahan data sesuai kondisi
terbaru itulah yang nantinya bisa mengubah status atau urutan DESIL,” terang
Bupati.
Bupati berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Blora dan BPS dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadirkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Pelaksanaan sensus tersebut diharapkan mampu menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha di Kabupaten Blora.(Setyorini)


0 Comments
Post a Comment