Wow .... Ada 1.026 Penerima Bansos Dicoret, Inilah Langkah Yang Akan Dilakukan Dinsos Blora

INFOKU, BLORA – Resmi ada sebanyak 1.026 penerima bantuan sosial (bansos) dicoret dari daftar di Kabupaten Blora.

Langkah tegas ini diambil Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora setelah mengendus adanya penerima bantuan yang sebenarnya masuk kategori keluarga mampu.

Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Agung Ariadi mengatakan, pencoretan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.

Baca juga : Lho ...... Ternyata 93 Ribu Peserta BPJS PBI (JPS Gratis) di Blora Berstatus Nonaktif

“Per Juni ini sudah ada 1.026 penerima yang kami coret  dari daftar, karena ada indikasi berasal dari keluarga mampu namun masih menerima bantuan,” ujarnya pada pers.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu penetapan desil terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebagai dasar pemutakhiran data penerima bantuan sosial.

Masyarakat juga diminta aktif mengecek data melalui aplikasi Cek Bansos.

Luluk menargetkan, proses penyisiran data rampung pada Desember mendatang, yang dilakukan bersama para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah Kementerian Sosial.

“Setelah kami berkomunikasi PKH warga yang sudah mampu tidak lagi menerima bantuan. Sebaliknya, keluarga yang benar-benar berhak menjadi prioritas,” katanya.

Saat ini, Dinsos P3A Blora bersama pendamping PKH terus melakukan verifikasi dan penyisiran data di lapangan, agar penyaluran bansos semakin akurat dan tepat sasaran.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk mengundurkan diri muncul dari Kelurahan Tambahrejo, Kecamatan Blora.

Baca juga : 35 Ribu Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Inilah Solusi dari DPRD Blora

Sedikitnya lima kepala keluarga (KK) secara sukarela melepaskan statusnya sebagai penerima bansos karena merasa kondisi ekonominya sudah membaik.

Sementara Lurah Tambahrejo, Amik Kristanti mengatakan, kelima warga tersebut mendatangi kantor kelurahan untuk menyampaikan pengunduran diri, agar bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Menurut Amik, langkah tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan tingginya kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ada sekitar lima KK yang mengundurkan diri secara sukarela. Kami sangat mengapresiasi kesadaran mereka, karena masih banyak warga lain yang lebih membutuhkan bantuan,’’ pungkasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments