INFOKU, BLORA – Bupati Blora Arief Rohman meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengubah cara pandang dalam mengelola keuangan daerah.
Menurut Bupati Arief, pemerintah daerah tidak cukup hanya memastikan
anggaran terserap, tetapi juga harus aktif mencari dan mengoptimalkan sumber-sumber
pendapatan baru untuk memperkuat kemandirian fiskal.
Hal itu disampaikan Bupati Arief Rohman dalam High Level Meeting Evaluasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Selasa (8/9/2026).
Baca juga : Petani Tembakau di Ngawen Blora Berharap Ganti Rugi Rp 20 Juta Terkait Kecelakaan Pesawat di Sawahnya
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Pj
Sekda Blora, para kepala OPD, camat, direksi BLUD, Manajemen Bank Jateng serta
narasumber Prof. Drs. Muhammad Mas'ud, M.M., Ph.D. Guru Besar Universitas Islam
Malang.
Dalam sambutannya Bupati Arief mengatakan, tantangan pemerintah daerah ke depan
semakin berat.
Pemerintah daerah dituntut meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus
memperkuat kemampuan fiskalnya.
"Kita harus mengubah paradigma. Jangan hanya berpikir bagaimana
menghabiskan anggaran, tetapi bagaimana mengejar pendapatan. Kita harus mencari
dan mengoptimalkan potensi yang kita miliki," katanya.
Dia meminta seluruh OPD memiliki semangat yang sama untuk berinovasi dan
berkolaborasi. Setiap perangkat daerah, menurut dia, harus mampu memberikan
kontribusi sesuai tugas dan kewenangannya.
Bupati Arief mengatakan digitalisasi transaksi pemerintah daerah harus
diarahkan untuk menciptakan tata kelola yang transparan, efektif, efisien, dan
akuntabel.
Sementara itu, Prof. Drs. Muhammad Mas'ud, M.M., Ph.D. dalam paparannya
mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang menentukan keberhasilan sebuah
daerah, yakni kepemimpinan yang visioner, keuangan daerah yang kuat, birokrasi
inovatif, serta program dan strategi pembangunan yang tepat.
Menurut Prof Mas'ud, keuangan daerah bukan sekadar angka dalam APBD.
Keuangan daerah merupakan instrumen untuk membiayai pembangunan,
menjalankan pemerintahan, sekaligus memberikan ruang bagi kepala daerah untuk
merealisasikan visi, misi, dan program pembangunan.
Baca juga : Pesawat Jatuh di Sarimulyo Blora Dua Orang Selamat
Dia mendorong Blora menerapkan dual track strategy, yakni pembangunan
dengan pendekatan kewilayahan dan sektoral yang tetap berbasis pada aspek
kemanusiaan.
Mas'ud juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat PAD di tengah tantangan fiskal.
Dalam paparannya, ia menyebut PAD Blora sekitar Rp547 miliar, atau sekitar 6 persen dari APBD 2025 sebesar Rp2,831 triliun. Blora juga disebut berada di peringkat ke-25 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam kemandirian fiskal.(Setyorini)


0 Comments
Post a Comment