INFOKU, BLORA – DPRD Blora melalui Komisi A mengingatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar segera memiliki arah bisnis yang jelas.
Jangan sampai
koperasi yang dibentuk untuk menggerakkan ekonomi desa justru kesulitan
menjalankan operasional karena belum memiliki sumber pendapatan yang pasti.
Ketua Komisi A DPRD Blora Supardi mengatakan, pemerintah daerah bersama pengurus KDMP perlu segera menyusun regulasi yang menjadi dasar pengembangan unit usaha koperasi.
Baca juga : Sebanyak 22 Desa di Todanan Blora Diserang Hama Tikus
Menurutnya, peluang
usaha seperti agen maupun pangkalan LPG bersubsidi serta penyaluran pupuk
bersubsidi kepada petani, dapat menjadi sektor yang potensial apabila diatur
dengan skema yang tepat.
“Kalau memang nanti
KDMP diberi ruang mengelola agen atau pangkalan gas maupun penyaluran pupuk bersubsidi,
regulasinya harus jelas. Jangan sampai berbenturan dengan pelaku usaha yang
sudah ada atau justru menimbulkan persoalan baru di lapangan,” ujarnya.
Menurut Supardi, kepastian regulasi akan memudahkan koperasi menyusun rencana usaha sekaligus menghitung potensi pendapatan. Dengan demikian, KDMP tidak hanya berdiri sebagai lembaga baru, tetapi benar-benar mampu menjalankan usaha yang menghasilkan keuntungan.
Baca juga : Omzet KDKMP Belum Maksimal, Ada Gerai di Blora Hanya Raup Rp 6 Ribu Per Hari
Selain unit usaha,
Komisi A juga meminta pemerintah segera menetapkan skema operasional koperasi,
termasuk besaran gaji pegawai.
Kepastian tersebut
dinilai penting agar tidak muncul persoalan ketika KDMP mulai beroperasi.
“Nominal gaji
pegawainya harus segera diputuskan. Jangan sampai nanti muncul kabar yang tidak
baik karena koperasi kekurangan modal hanya untuk membayar pegawai,” tegasnya.
Supardi
menambahkan, setiap KDMP juga perlu dibekali target usaha yang terukur. Mulai
dari target omzet, laba, hingga indikator kinerja lainnya harus ditetapkan
sejak awal sebagai tolok ukur keberhasilan koperasi.
“Harus ada target
yang jelas. Berapa omzet yang ingin dicapai, berapa laba yang ditargetkan
setiap tahun. Kalau targetnya ada, evaluasi juga akan lebih mudah dilakukan,”
terang pria yang akrab disapa Mbah Pardi itu.
Dia berharap KDMP di Blora tidak hanya menjadi pelaksana program nasional, tetapi mampu tumbuh sebagai koperasi yang sehat dan mandiri.
Baca juga : Ngeri.....Galian Optik Sepanjang Blora-Jepon Jadi Sorotan
“Tata kelola yang
baik, regulasi yang jelas, serta target usaha yang realistis menjadi modal
utama agar koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat
desa,” jelasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment