INFOKU, BLORA – Pengiriman minyak mentah hasil sumur rakyat ke Pertamina Cepu mulai dilakukan Koperasi Blora Migas Energi (BME).
Langkah tersebut
menjadi upaya untuk mendorong peningkatan lifting minyak nasional sekaligus
membuka peluang peningkatan kesejahteraan penambang dan pendapatan desa
penghasil minyak.
Ketua Koperasi BME
Blora Sutrisno pada pers mengatakan, sejauh ini pihaknya telah dua kali
mengirim sampel minyak mentah ke Pertamina.
Pengiriman pertama berasal dari Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, sedangkan pengiriman kedua berasal dari Desa Plantungan.
“Pengiriman kemarin
total sekitar 15 ribu liter minyak mentah,” ujarnya.
Menurut dia, saat
ini terdapat sekitar 1.600 titik sumur rakyat yang berada di bawah naungan BME.
Sumur-sumur
tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Blora, Japah, Ngawen, dan Kunduran.
Dari jumlah
tersebut, potensi produksi diperkirakan mencapai 10 ribu liter minyak mentah
per hari.
“Potensinya sekitar
10 ribu liter per hari,” katanya.
Sutrisno menjelaskan, minyak mentah dari sumur rakyat yang dikirim ke Pertamina wajib melewati serangkaian pengujian kualitas.
Baca juga : Sah .... Sumur Minyak Rakyat di Blora Kantongi Legalitas
Salah satu syarat
utama yakni kandungan air maksimal 0,5 persen agar minyak memenuhi standar yang
ditetapkan.
Saat ini, BME masih
menunggu hasil uji laboratorium untuk sampel minyak dari Plantungan.
Sementara itu,
sampel minyak dari Botoreco sebelumnya telah dinyatakan memenuhi standar
kualitas dan mendapat apresiasi dari Pertamina.
“Yang dari Botoreco
kualitasnya bagus dan diapresiasi Pertamina,” ungkapnya.
Pengiriman sampel
dari Plantungan dilakukan menggunakan empat unit truk tangki berkapasitas
masing-masing 5.000 liter.
Sebelum dikirim,
minyak mentah terlebih dahulu menjalani proses penampungan dan pengendapan
untuk menjaga kualitas produksi.
Selain kualitas
minyak, armada pengangkut juga akan menjalani uji kelayakan bersama Pertamina.
Pemeriksaan meliputi spesifikasi teknis kendaraan hingga kelengkapan operasional. BME juga menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah penghasil minyak rakyat untuk mendukung pengelolaan produksi.
Baca juga : Forkopimda Blora Sepakat Hentikan Pengeboran Sumur Minyak Baru Ilegal
Desa-desa yang siap
berproduksi akan didorong mengikuti proses uji sampel dan uji kelayakan.
Melalui langkah
tersebut, BME berharap produksi minyak rakyat dapat memberi dampak lebih luas,
baik terhadap target lifting nasional maupun ekonomi masyarakat desa.
“Harapannya bisa meningkatkan lifting minyak nasional, sekaligus mendukung PAD desa dan kesejahteraan penambang sumur rakyat,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment