INFOKU, BLORA – Siswanto salah seorang Wakil Ketua DPRD Blora mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dan optimalisasi potensi migas di Kabupaten Blora.
Langkah tersebut
dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional, di tengah gejolak
geopolitik dunia yang berdampak pada sektor energi.
Menurutnya, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel ikut memengaruhi kondisi perdagangan dan energi global.
Baca juga : Persiapan Pelaksanaan Pilkades 2026, DPRD Akan Panggil PMD
Dampaknya, harga
BBM non-subsidi naik, sementara Indonesia masih bergantung pada impor minyak
dan LPG dari luar negeri.
“Perang Iran dengan
Amerika Serikat dan Israel berdampak luas terhadap geopolitik dan geoekonomi
dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya terasa di sektor perdagangan dan energi,”
ujarnya.
Dia juga
mengatakan, Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi nasional, dengan
memaksimalkan produksi minyak dan gas dalam negeri.
Sebab, saat ini
Indonesia masih mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari serta LPG
dari luar negeri.
Karena itu,
pihaknya meminta ExxonMobil, Pertamina, maupun kontraktor kontrak kerja sama
(KKKS) lain segera mengoptimalkan potensi migas di Blora.
“Kami minta seluruh
potensi yang ada segera dieksploitasi supaya ketahanan energi nasional
meningkat,” katanya.
Selain minyak,
Siswanto juga menilai pengembangan CNG di Blora memiliki prospek besar.
Bahkan, keberadaan kilang mini CNG dinilai bisa menjadi peluang bisnis retail energi melalui Blora Patra Energy, sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Baca juga : Sekolah Rakyat Blora Tetap Diminta Buka Pendaftaran, Walau Belum Ada Tambahan Gedung
“Kilang mini CNG
ini potensinya ada di Blora. Pemda harus berani mengelola melalui BUMD supaya
sumber daya alam daerah bisa diolah sendiri secara legal dan memberi nilai
tambah,” terangnya.
Tambahnya, diminta pengelolaan sektor migas dilakukan lebih profesional, agar potensi sumber daya alam di Blora dapat memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi daerah maupun masyarakat. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment