INFOKU, BLORA – Salah seorang oknum organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Kabupaten Blora, membuat resah saat sedang berada di sebuah cafe wilayah kecamatan Sambong.
Dalam video yang
beredar, pria bernama Sunoto yang menjabat sebagai Ketua PAC GRIB Jaya
Randublatung itu terlihat memaki hingga menyebut nama Prabowo saat sedang
berada di sebuah cafe tersebut.
Imbas dari
peristiwa itu, DPC GRIB Jaya Blora mengambil langkah tegas dengan
mengeluarkan Sunoto dari kepengurusan partai besutan Hercules tersebut.
Baca juga : Bupati Blora Copot Plt Sekwan, Pakai Mobil Dinas Untuk Mudik
“Kemarin itu di
tanggal 7 April sudah saya off kan, dan untuk KTA baju sama mobil untuk
akomodasi mobilisasinya sudah tak ambil
juga,” ucap Ketua DPC GRIB Jaya Blora, Dwi Djatmiko pada pers, Kamis
(9/4/2026).
Dirinya menjelaskan
peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Sebelum menuju ke
cafe tersebut, Sunoto sudah dalam kondisi pengaruh minuman keras.
“Dia berangkat dari
Randublatung sama teman-temannya sudah minum ketambahan di Cepu. Habis itu terus
malamnya itu kejadiannya,” jelasnya.
Baca juga : Tagih Janji Giling PT GMM 2026, Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun
“Yang bersangkutan datangke tempat hiburan dalam kondisi terpengaruh alkohol. Kemudian meminta free room, tetapi tidak dikasih, intinya seperti itu saja. Nggak ada yang dirugikan kok,” tambahnya.
Peristiwa tersebut
kemudian diketahui oleh publik dan tersebar luas di media sosial sehingga DPC
GRIB Jaya Blora memberhentikan Sunoto dari keanggotaan ormas tersebut.
Pihaknya juga
mengakui dalam kondisi mabuk, ucapan Sunoto tidak terkontrol.
Makanya, terdapat
kata-kata yang menantang dan menyebut nama Prabowo.
“Terkait itu ya
semua nek izin
ya Mas
ya umpama ada orang mabuk divideo terus diviralkan terus kayak gitu kan,"
jelas dia.
Meskipun demikian,
pihaknya sudah meminta maaf kepada aparat penegak hukum (APH) terkait ulah
salah satu anggotanya yang membuat resah itu.
“Kita tidak menutup
kemungkinan warga masyarakat atau orang-orang terdekat kita kalau mabuk kan gak
kontrol lah. Saya juga minta maaf ke teman-teman yang lain saya minta maaf
termasuk ke Bapak Kapolres pun saya juga mengutarakan permintaan maaf karena
anggota saya yang sedang mabuk dan lalai," kata dia.
Dwi juga
menerangkan hubungannya dengan Sunoto juga masih terjalin baik meskipun yang
bersangkutan telah dikeluarkan dari kepengurusan ormas GRIB Jaya Blora.
Baca juga : Pasca Demo Petani Tebu Blora, Dirut Bulog Janji Rombak PG GMM dan Serap Tebu Rakyat
Sunoto, kata dia,
juga sudah menerima keputusan organisasi imbas peristiwa yang membuat gaduh di
masyarakat.
“Langsung menerima karena saya hadapkan di rumahnya langsung berhadapan dengan istrinya bahwa kamu itu ada orang-orang yang masih sayang sama sama kamu.” ungkapnya.
“Bukan berarti kita tidak di ormas terus jenengan sama saya jadi musuh, tidak. Tetap kita persaudaraan, jenengan intropeksi diri, jangan mabuk lagi, jenengan sudah tua, waktunya untuk istirahat. Mungkin ini teguran dari Allah. Iya, Pak, saya mohon maaf, Pak. Ya kayak gitu. Kita baik-baikan enggak ada masalah," pungkasnya (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment