INFOKU, BLORA – Kasus dugaan pelanggaran etika yang melibatkan seorang guru dan siswi di salah satu SMPN di Kecamatan Randublatung, memicu keprihatinan publik.
Kasus ini mencuat
setelah beredarnya tangkapan layar percakapan digital, yang dinilai tidak pantas
dalam relasi pendidikan.
Dalam percakapan
tersebut, terduga pelaku berinisial P diduga mengajak murid untuk kencan secara
berdua dan menolak kehadiran pihak lain.
Pola komunikasi itu
dinilai berpotensi melanggar batas profesional antara guru dan peserta didik.
Baca juga : Bupati Blora Copot Plt Sekwan, Pakai Mobil Dinas Untuk Mudik
Sekretaris Dinas
Pendidikan Kabupaten Blora Nuril Huda pada pers memastikan, pihaknya telah
menerima informasi tersebut dan akan segera menindaklanjuti.
“Yang bersangkutan
akan kami panggil ke dinas untuk dimintai klarifikasi. Prosesnya tetap sesuai
aturan dan menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujarnya.
Dia menegaskan,
sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku, jika terbukti terjadi
pelanggaran.
“Kami juga
menekankan pentingnya menjaga profesionalitas guru, termasuk dalam komunikasi
di ruang digital,” jelasnya.
Tokoh Front Blora
Selatan Exy Wijaya mendesak agar kasus ini ditangani secara transparan dan
akuntabel.
Dia menilai relasi
guru dan murid memiliki ketimpangan kuasa, sehingga setiap bentuk pendekatan
personal di luar kepentingan akademik berpotensi menjadi penyalahgunaan
wewenang.
“Perlindungan
terhadap murid harus menjadi prioritas, termasuk pendampingan psikologis dan
jaminan keamanan,” tegasnya.
Menurutnya, kasus
ini juga menjadi peringatan penting terkait lemahnya pengawasan interaksi guru
dan murid, khususnya melalui pesan pribadi.
Tanpa batasan yang jelas, komunikasi berpotensi keluar dari koridor profesional.
Baca juga : Ratusan Warga Nglebak Terdampak Proyek Bendungan Karangnongko Belum Terima Ganti Rugi
Pihak terkait
diharapkan segera melakukan klarifikasi menyeluruh, sekaligus memperkuat
mekanisme pengaduan yang aman bagi korban.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment