Pemkab Blora Usulkan Rp 7 Miliar untuk Pembangunan Jaringan Irigasi

 

INFOKU, BLORA  - Terbukti Pemkab Blora tak hanya memberikan perhatian terhadap infrastruktur jalan, tapi juga jaringan irigasi yang berperan penting di sektor pertanian. 

foto :  IST  

Walau ada keterbatasan anggaran, Pemkab Blora juga mengusulkan pembangunan tiga jaringan irigasi ke pemerintah pusat.

Tahun sebelumnya usulan disetujui tujuh titik dengan nominal sekitar Rp 9 miliar.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat pada pers mengatakan, tahun ini tetap mengajukan program Instruksi Presiden (Inpres) irigasi, dengan nominal relatif kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga : Agenda Desa Terganggu, Dampak dari Bantuan Keuangan Kabupaten Blora Dikosongkan

Pengajuan langsung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) SDA.

“Tahun ini merencanakan mengusulkan Inpres irigasi. Ada tiga DI (daerah irigasi, red), total anggaran Rp 7 miliar,” jelasnya

Dari total itu, nantinya disebar ke-tiga kecamatan, yakni DI Musyafa di Kecamatan Kedungtuban, DI Karanggeneng di Kecamatan Kunduran, dan DI Lalungan di Kecamatan Tunjungan.

“Panjang (usulan Inpres irigasi, red) sekitar 4 kilometer (km) saluran, sama bangunan-bangunan kontruksi saluran dan bangunan pelengkap irigasi,” ungkapnya.

Dia memastikan, usulan tersebut tidak hanya terhadap jaringan irigasi primer dan sekunder.

Baca juga : Ada 66 Sekolah Teracam Gagal Perbaikan, Dampak DAK Pendidikan Kabupaten Blora Ditarik Pusat

Namun nantinya juga berupaya mengusulkan Inpres irigasi tersier, yang akan didorong oleh temen-temen DP4.

“Kami di DPUPR bertugas jaringan irigasi primer dan sekunder. Kemudian untuk dokumen DED (detail engineering design, red) tersier akan disediakan dari DP4,” sambung Surat.

Lebih lanjut dia menuturkan, jumlah permohonan Inpres irigasi tahun ini relatif lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, yang mencangkup pembangunan tujuh DI yang tersebar di empat kecamatan.

Baca juga : Ngeri .... Atap Gedung SMPN 1 Sambong Blora Rubuh Sudah Berusia 42 Tahun, Kemendikdasmen Turun Tangan

Diantaranya DI Geneng, Watumalang di Kecamatan Jepon. Selanjutnya DI Rondokuning, Kemiri di Kecamatan Kunduran. Lalu DI Tempuran Blora kota, dan terakhir DI Patian, Kecamatan Todanan.

“Inpres irigasi Tahun 2025 kemarin kami telah mengajukan Inpres dengan total Rp 9 miliar,’’ pungkasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments