INFOKU, BLORA – Secara langsung Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Blora Siswanto mendukung berdirinya kawasan industri di Kabupaten Blora.
Pasalnya, melalui masuknya investasi ke Kota Minyak, dinilai
bakal menciptakan multiplier effect (efek ganda) bagi masyarakat.
Diketahui, wacana kawasan industri masih memunculkan dua opsi pilihan.
Yakni menggunakan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) eksisting yang tersebar di 11 kecamatan seluas 1,2 ribu hektare, atau menggunakan lahan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Comoro Modang, Kecamatan Sambong, seluas 1,3 ribu hektare.
Baca juga : Kawasan Industri Mulai Dikaji Pemkab Blora
Siswanto menjelaskan, daerah-daerah yang maju saat ini memiliki kawasan
industri sebagai daya tarik.
“Jadi nanti kawasan industri menjadi tempat tenant-tenant dari pabrik
atau perusahaan dari luar daerah. Kemudian di situ akan banyak tenaga kerja,”
terang Siswanto.
Dia mengatakan, dari kawasan industri di Kabupaten Blora akan
menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat baru.
Dari mulai lapangan pekerjaan, hingga usaha masyarakat dalam
memfasilitasi kegiatan operasional perusahaan di kawasan industri.
“Contoh kecil, akan berputarnya uang ditingkat UMKM. Baik dari warung
makan, laundry, hingga kos-kosan di lingkungan kawasan industri,’’ ungkapnya.
Baca juga : Pemkab Blora Belum Siap Pengajuan Judicial Review DBH Migas
Menurut penilaianya, akan muncul budaya masyarakat baru. Sehingga kajian
komprehensif atau mendetail sangat diperlukan.
Baik dari pemilihan lokasi, dampak lingkungan berkelanjutan, sosial
masyarakat sekitar, akses air hingga akses jalan kendaraan industri.
“Jadi, adanya kawasan industri tidak menjadi beban dikemudian hari,
karena faktor-faktor detail terlewatkan. Harus dikonsep baik dari awal,” jelas.
“Dengan adanya kawasan industri akan menjadi nilai positif baru,” tambah
Siswanto.
Dia mengatakan, selamat ini Kabupaten Blora belum memiliki konsep
industrialisasi.
Padahal itu menjadi salah satu dari tiga penggerak perekonomian di
tingkat kabupaten.
“Penggerak ekonomi di daerah ada tiga sektor. Yaitu belanja pemerintahan
(kabupaten/provinsi/negara yang ada di Kabupaten Blora). Lalu belanja
masyarakat sehari-hari, dan industrialisasi,” terangnya.
Tambahnya, di Kabupaten Blora belum memiliki konsen terhadap
industrialisasi dalam bentuk penciptaan kawasan industri.
“Industrialisasi melalui kawasan industri dapat menciptakan jasa, masuknya investasi industri yang berwujud perusahaan. Bisa itu pabrik gula, migas, dan jenis industri yang lainnya,” tandas Siswanto. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment