INFOKU, BLORA - Kondisi gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sambong Blora ditinjau Langsung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat (30/1/2026).
Dalam kunjungannya
tersebut, Kemendikdasmen melihat langsung kondisi ruang kelas yang
plafon atapnya rusak parah.
Akibatnya,
aktivitas belajar mengajar di ruang kelas tersebut dipindahkan ke ruang
lainnya.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto yang juga alumni sekolahan tersebut mengatakan ruang kelas yang rusak merupakan bangunan tua yang sudah ada sejak awal tahun 1980.
“Ini dibangun sejak
tahun 83 itu sudah ditempati proses pembangunan mungkin 81 atau 82. Tentu kalau
ini ada ambrol seperti ini, ini berbahaya dan karena sudah tua saya minta agar
diperbaiki,” ucap dia.
Selain bangunan tua
tersebut, dirinya juga meminta kepada pihak sekolah untuk memeriksa ruang kelas
atau bangunan-bangunan lain yang memang layak untuk diperbaiki.
“Sebelum ada renov
agar semua ruang kelas dicek kembali atau ternyata nanti ditempati terus ambrol
seperti ini. Dan ini potensinya sama kelas kelas yang lain juga harus dicek,”
terangnya.
Dirinya menjelaskan
program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu dari program
strategis nasional (PSN) pemerintah, yang fokus pada bantuan peningkatan sarana
dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi, pembangunan dan penyediaan
sarana dan prasarana untuk satuan pendidikan.
“Tentu harapan kami
hanya satu, tidak mungkin sekolah bermutu, pendidikan bermutu itu terjadi kalau
sarana-prasarananya tidak bagus,” katanya.
SMPN 1 Sambong, kata dia merupakan sekolah menengah pertama negeri satu-satunya yang berada di kecamatan Sambong.
Baca juga : Pemkab Blora Belum Siap Pengajuan Judicial Review DBH Migas
Sehingga dengan
program revitalisasi satuan pendidikan yang diberikan, maka akan menumbuhkan
rasa nyaman dan aman di lingkungan sekolah.
“Kita berharap
tidak ada lagi kekerasan dalam sekolah, ini juga menjadi poin penting,
membangun karakter juga penting karena itu salah satu karakteristik di
Adiwiyata nasional,” Tandasnya.
Sementara itu,
Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati menjelaskan
plafon atap ruang kelas mengalami kerusakan pada 15 Desember 2025 lalu.
Sehingga kegiatan
belajar mengajar di ruang kelas tersebut dipindahkan ke ruang kelas yang lain.
“Ini pindah ke
ruang sebelah. Kita korbankan ruang sebelah ke laboratorium. Kalau ada tempat
ya dipakai untuk itu, kebetulan ini ada lobi juga, pokoknya anak-anak
berpindah-pindah," jelasnya.
Untuk itu pihaknya
berharap dapat segera dibantu untuk merevitalisasi bangunan sekolah yang rusak.
“Jadi harapan kami ini segera diperbaiki,” pintanya.
Baca juga : Agenda Desa Terganggu, Dampak dari Bantuan Keuangan Kabupaten Blora Dikosongkan
Pada tahun 2026,
Kemendikdasmen bakal merevitalisasi sebanyak 71 ribu satuan pendidikan
se-Indonesia.
Pada tahap pertama,
sekitar 11.446 satuan pendidikan yang rusak segera diperbaiki.
Sedangkan pada tahap kedua, akan ada sekitar 60.000 satuan pendidikan yang diperbaiki.(Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment