Ngeri .... Atap Gedung SMPN 1 Sambong Blora Rubuh Sudah Berusia 42 Tahun, Kemendikdasmen Turun Tangan

INFOKU, BLORA - Kondisi gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sambong Blora ditinjau Langsung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat (30/1/2026). 

foto : IST    

Dalam kunjungannya tersebut, Kemendikdasmen melihat langsung kondisi ruang kelas yang plafon atapnya rusak parah.

Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di ruang kelas tersebut dipindahkan ke ruang lainnya.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto yang juga alumni sekolahan tersebut mengatakan ruang kelas yang rusak merupakan bangunan tua yang sudah ada sejak awal tahun 1980.

Baca juga : Ada 66 Sekolah Teracam Gagal Perbaikan, Dampak DAK Pendidikan Kabupaten Blora Ditarik Pusat

“Ini dibangun sejak tahun 83 itu sudah ditempati proses pembangunan mungkin 81 atau 82. Tentu kalau ini ada ambrol seperti ini, ini berbahaya dan karena sudah tua saya minta agar diperbaiki,” ucap dia.

Selain bangunan tua tersebut, dirinya juga meminta kepada pihak sekolah untuk memeriksa ruang kelas atau bangunan-bangunan lain yang memang layak untuk diperbaiki.

“Sebelum ada renov agar semua ruang kelas dicek kembali atau ternyata nanti ditempati terus ambrol seperti ini. Dan ini potensinya sama kelas kelas yang lain juga harus dicek,” terangnya.

Dirinya menjelaskan program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu dari program strategis nasional (PSN) pemerintah, yang fokus pada bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi, pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana untuk satuan pendidikan.

“Tentu harapan kami hanya satu, tidak mungkin sekolah bermutu, pendidikan bermutu itu terjadi kalau sarana-prasarananya tidak bagus,” katanya.

SMPN 1 Sambong, kata dia merupakan sekolah menengah pertama negeri satu-satunya yang berada di kecamatan Sambong.

Baca juga : Pemkab Blora Belum Siap Pengajuan Judicial Review DBH Migas

Sehingga dengan program revitalisasi satuan pendidikan yang diberikan, maka akan menumbuhkan rasa nyaman dan aman di lingkungan sekolah.

“Kita berharap tidak ada lagi kekerasan dalam sekolah, ini juga menjadi poin penting, membangun karakter juga penting karena itu salah satu karakteristik di Adiwiyata nasional,” Tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati menjelaskan plafon atap ruang kelas mengalami kerusakan pada 15 Desember 2025 lalu.

Sehingga kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tersebut dipindahkan ke ruang kelas yang lain.

“Ini pindah ke ruang sebelah. Kita korbankan ruang sebelah ke laboratorium. Kalau ada tempat ya dipakai untuk itu, kebetulan ini ada lobi juga, pokoknya anak-anak berpindah-pindah," jelasnya.

Untuk itu pihaknya berharap dapat segera dibantu untuk merevitalisasi bangunan sekolah yang rusak.

“Jadi harapan kami ini segera diperbaiki,” pintanya.

Baca juga : Agenda Desa Terganggu, Dampak dari Bantuan Keuangan Kabupaten Blora Dikosongkan

Pada tahun 2026, Kemendikdasmen bakal merevitalisasi sebanyak 71 ribu satuan pendidikan se-Indonesia.

Pada tahap pertama, sekitar 11.446 satuan pendidikan yang rusak segera diperbaiki.

Sedangkan pada tahap kedua, akan ada sekitar 60.000 satuan pendidikan yang diperbaiki.(Endah/IST


Post a Comment

0 Comments