INFOKU, BLORA - Untuk mewujudkan impian berdirinya kawasan industri di Blora, nampaknya semakin matang.
Tahun ini rencana kajian tersebut
akan dilakukan, untuk mempercepat inisiatif tersebut.
Kepala Bapperida Blora Ahmad Mahbub Djunaidi
mengatakan, tahun ini baru masuk tahap kajian. Nantinya dalam kajian tersebut
melibatkan instansi terkait maupun unsur masyarakat.
“Kajian ini dapat menentukan, apakah layak atau tidak. Kalau selama ini baru ada Perda RPIK (Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Industri Kabupaten), kalau Perbupnya belum ada,” jelas Mahbub.
Baca juga : Target Tahun ini 3,6 Persen Angka Pengangguran, Tahun lalu Capai 3,7 Persen
Mahbub mengungkapkan, sementara ini belum ada persyaratan yang dimiliki
Kabupaten Blora untuk berdirinya kawasan industri.
Namun melalui kajian akan terlihat, apakah Kabupaten Blora masih
berpotensi ada kawasan industri atau sebaliknya.
“Kalau melihat RPJMD (Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Pemprov Jateng, Blora masuk WP Banglor
(Wilayah Pengembangan Rembang Blora).
Nantinya Blora sebagai penyuplai Kabupaten Rembang,” ungkapnya.
Namun, sambung Mahbub, Pemkab Blora sedang berupaya menarik investor melalui pembuatan kawasan
industri.
Pasalnya nantinya hal itu dapat memberikan kepastian hukum hingga kemudahan investasi.
Dalam rancangan kawasan industri itu, sementara masih ada dua opsi
pilihan yakni menggunakan lahan kawasan
peruntukan industri (KPI) eksistensi, atau lahan kawasan hutan dengan tujuan
khusus (KHDTK) Cemoro Modang, Kecamatan Sambong.
“Nantinya KHDTK diajukan sebagai KPI baru. Karena kawasan industri
berada pada KPI,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, total luas lahan KPI eksisting di
Kabupaten Blora 1,2 ribu hektare tersebar di 11 kecamatan dan dibagi 11 titik.
Namun lahan tersebut milik masyarakat.
Sementara untuk KHDTK Cemoro modang memiliki luas 1,3 ribu hektare dan
lahan milik negara.
Menurutnya, kawasan industri yang akan dikaji itu diharapkan dapat masuk ke proyek strategis nasional (PSN).
Baca juga : Pemkab Blora Belum Siap Pengajuan Judicial Review DBH Migas
Pasalnya bila melihat kontruksi keuangan daerah belum mencukupi untuk
pembiayaan kawasan industri.
“Nanti Kabupaten Blora akan mengajukan akses pintu tol Rembang - Padangan yang menghubungkan tol Semarang - Tuban dan Tol Ngawi - Bojonegoro - Tuban. Namun itu masih lama, karena menunggu Tol Semarang-Rembang Selesai,” pungkasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment