INFOKU, BLORA - Penghargaan sebagai kepala daerah inovatif dalam pengembangan desa tematik ketahanan pangan padi organik dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Diterima langsung Bupati Blora.
Penyerahan penghargaan ini diserahkan oleh Jaksa Agung Muda Bidang
Intelijen Kejagung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, bersama Menteri Desa, Yandri
Susanto, minggu lalu, saat acara puncak peringatan Hari Desa nasional 2026 di
lapangan Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo,
Kabupaten Boyolali.
Di awal acara, Menteri Desa Yandri Susanto bersama para jajaran menteri, wamen, dan undangan lainnya melepas sejumlah ekor merpati sebagai tanda puncak Deklarasi Boyolali.
Baca juga : Inilah Mutasi Empat Pejabat Eselon II Pemkab Blora di Awal Tahun 2026
Dalam sambutannya, Yandri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyatukan
energi untuk membangun desa.
Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari
bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonom dan pemberantasan
kemiskinan.
Disamping itu menteri Yandri mengungkapkan Kementerian Desa saat ini telah memiliki program 12 Aksi Bangun Desa. Kementerian Desa juga menginisiasi Festival Bangun Desa yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Festival Desa Ketahanan Pangan, Desa Bebas Stunting, Desa Ekspor, BUMDes Terbaik, hingga Pemuda-Pemudi Pelopor Desa.
Baca juga : Ternyata Pemkab Blora Hanya Mampu Bangun Jalan Sepanjang 6 Kilometer
“Kita punya 12 aksi bangun desa. Insyaallah jika aksi ini berjalan lancar
maka Indonesia Emas 2024 akan kita nikmati untuk anak cucu kita,” paparnya.
Yandri pun menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor guna membangkitkan
ekonomi desa sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengucapkan rasa syukur atas penghargaan
yang diterimanya dari kementerian desa ini.
"Ya tentunya ini memacu kita untuk terus memberikan pengabdian kepada
masyarakat terlebih disektor pertanian organik," ucapnya.
Pihaknya berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya
pertanian organik. Ia juga meminta agar desa-desa mau berinovasi untuk
mendukung program tersebut.
Di sisi lain, Kades Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban, Agung Heri Susanto mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk semua warga desa semua desa-desa para petani yang saat ini bergerak di program pertanian organik.
Baca juga : Legenda Minyak Bumi Blora Ditemukan Ki Jati Kusumo Atau Adrian Stoop ??
“Alhamdulillah ini kami menerima penghargaan Desa inovatif Tematik pertanian organik dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, harapannya ini tentu menjadi pelecut semangat agar desa desa di blora khususnya bisa lebih mengembangkan pertanian organik hingga bisa menjadi ekspor," ucapnya.
Agung Heri menambahkan saat ini di Desa sidorejo sudah ada 42 Hektare pertanian organik. hanya saja lanjutnya, yang bersertifikat organik baru 18 hektare. (Endah)


0 Comments
Post a Comment