INFOKU - Pada zaman kolonial Belanda, Blora jadi salah satu wilayah penting karena kandungan migas yang artinya sudah sejak lama bahkan sebelum Indonesia merdeka kemudian berlanjut di era kemerdekaan.
Sejarah minyak
Blora ditemukan atas peran Raden Mas Adipati Arya (RMAA) Tjokronegoro III
Bupati Blora yang menjabat 1886-1912.
Beliau 1887
mendorong Adrian Stoop, pemilik perusahaan minyak belanda "De Dordtsche
Petroleum Maatschappij" hingga menemukan sumber minyak tahun
1890.
Masyarakat turut
memanfaatkan ratusan sumur-sumur tua peninggalan Belanda ini untuk di
eksplorasi secara tradisional.
Jumlah sumur tua
yang ada mencapai 648 buah dengan 112 di antaranya masih aktif memproduksi
minyak.
Salah satu sumur
tua bersejarah adalah Situs Sumur Magung atau disebut dengan “ Mbah Magung “ di
Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora.
Sumur Magung jadi
sumur minyak pertama di Jawa, yang dieksplorasi oleh Belanda.
Berdasarkan legenda
versi pertama, keberadaan minyak di Desa Ledok ini sudah ditemukan Ki Jati Kusumo
seorang tokoh asal Blora.
Minyak dari Sumur
Magung digunakan oleh Ki Jati Kusumo untuk menyalakan obor pada 1901.
Berdasarkan legenda
versi kedua, penemuan Eyang jati Kusumo tersebut jauh sebelum kedatangan Adrian
Stoop.
Baca juga : Misteri Harta Karun Suku “Wong Kalang” di Blora Masih Menjanjikan
Beliau diutus
kesultanan Pajang menjelajahi hutan tanah Jawa untuk mencari pusaka kesultanan
yang hilang.
Konon Jati Kusumo
adalah salah satu pangeran dari kesultanan Pajang, yang mempunyai kesaktian
tinggi, suka menolong orang lain, mengembara kemana-mana dengan tujuan untuk
menyebarkan Agama Islam.
Terbukti dengan
adanya bangunan masjid disana karena jasa-jasanya.
Hutan belantara di
desa Ledok menjadi salah satu yang disinggahinya, di sini pada suatu senja
Eyang Jati Kusumo hendak melakukan Sholat Maghrib.
Sebelum memulai
sholat, Eyang jati Kusumo menancapkan tongkatnya ke tanah.
Selesai salat Eyang
Jati Kusumo mengambil tongkatnya dan mendapati bahwa lubang bekas tancapan
tongkatnya mengeluarkan minyak mentah.
Karena banyaknya
minyak yang keluar, Eyang Jati Kusumo pun memberi nama bekas lubang tancapan
tersebut dengan nama Sumur Magung.
Baca juga : Ingin Cepat Dapat Jodoh .... Mandi atau Minum Airnya Sendang Putri Tinapan Blora
Selama menjelajahi
hutan tanah Jawa inilah Eyang Jati Kusumo menggunakan minyak lantung (minyak
bumi mentah) untuk menyalakan obor.
Dan kemudian Sumur
Magung menjadi tempat keramat yang disakralkan masyarakat setempat.
Sumur minyak tua di
Ledok menyimpan banyak cerita mistis.
Salah satunya
banyak pantangan yang tak boleh dilanggar oleh para penambang.
Jika dilanggar
sumur tua tak mau mengeluarkan minyak.
Diantaranya
pantangan yang masih dipercaya sampai saat ini yakni:
Tidak Menghormati
"Penunggu": Seringkali
ada larangan untuk mengganggu roh atau penjaga gaib di lokasi sumur tua, yang
bisa dilakukan dengan tidak berbicara kasar, tidak membuat keributan, atau
tidak melakukan perbuatan tercela.
Baca juga : Nimas Rondokuning, Misteri Jin Cantik di Randublatung Buang Emas Lamaran
Mengubah Bentuk Sumur: Dilarang melakukan perubahan signifikan pada bentuk asli sumur tua karena dianggap sakral.
Tidak Membawa Benda Tajam/Sial: Ada pantangan membawa benda-benda tertentu (misalnya pisau atau benda tajam lainnya) ke lokasi sumur. (Roes/Diolah dari sumber istimewa)


0 Comments
Post a Comment