INFOKU, BLORA – Akhirnya warga Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Blora, yang terdampak tanah ambles bisa lebih tenang.
Pemdes setempat mulai menyiapkan lahan untuk relokasi warga yang terdampak. Langkah ini dilakukan menyusul
kondisi tanah ambles yang kian meluas dan mengakibatkan kerusakan rumah warga semakin
parah.
Kepala Desa Buluroto, Margono, mengakui bahwa relokasi menjadi opsi paling aman bagi warga terdampak.
Baca juga : Ada Tiga Rumah Terancam Longsor, Terdampak Gerusan Sungai Lusi Blora
Pasalnya, kondisi rumah yang terdampak dinilai membahayakan keselamatan
penghuni.
“Yang terpenting pindah dulu demi keselamatan. Namun, warga korban masih
belum berkenan. Padahal lahannya sudah kami siapkan dan itu milik desa,” ujar
Margono pada pers.
Dia menjelaskan, hingga saat ini pihak desa belum mengirimkan surat
resmi kepada instansi terkait mengenai peristiwa tanah ambles tersebut.
Meski demikian, Margono menyebut sejumlah instansi telah mengetahui
kejadian itu karena aparat kepolisian hingga Dinas Sosial sudah menyalurkan
bantuan kepada tiga keluarga yang terdampak.
“Kalau memang diperlukan surat resmi untuk penanganan tanah ambles ini,
besok Senin akan saya kirimkan,” katanya.
Baca juga : Satu Lagi Pengerjaan Proyek Talud Kedungtuban Molor, Kontraktor Kena Denda Keterlambatan
Terkait riwayat kejadian tanah ambles di wilayahnya, Margono mengaku
belum memiliki data lengkap.
Meski telah menjabat sebagai kepala desa selama lebih dari delapan tahun
atau dua periode, laporan yang ia terima baru sebatas kejadian terbaru.
“Laporan yang saya terima baru-baru ini saja. Kalau sebelumnya berapa
kali terjadi, saya belum tahu,” ungkapnya.
Di sisi lain, Margono menjelaskan bahwa Sungai Lusi yang melintasi Desa Buluroto memiliki panjang sekitar empat kilometer.
Namun, pemasangan bronjong oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali
Juana untuk mengantisipasi longsor masih terbatas di empat titik.
“Panjang bronjong di tiap titik berbeda-beda, antara 30 hingga 50 meter.
Keluhan sementara baru di lokasi tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora, Surat, mengaku telah menerima
informasi awal terkait pergerakan tanah yang berdampak pada rumah warga di
Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo.
“Laporan tersebut sudah kami terima dan selanjutnya kami koordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora,” tandasnya. (Endah/IST)



0 Comments
Post a Comment