INFOKU, BLORA – Akibat keracunan massal yang dialami 204 siswa SMPN 1 Blora ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, Kamis (27/11).
“Penetapan KLB tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Blora
menerima surat resmi dari Badan Gizi Nasional menyusul tingginya jumlah siswa
yang terdampak,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, pihak yang berwenang mengeluarkan rekomendasi
resmi terkait data korban dan perkembangan kasus dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten
Blora.
Baca juga : Sebanyak 204 Siswa SMPN 1 Blora Diduga Keracunan, Usai Santap Menu MBG Rica Ayam
Menurutnya, Pemkab Blora tetap bersikap terbuka atas insiden tersebut.
Penyedia MBG, yakni Satuan Pelayanan Pengolahan Gizi (SPPG) Karangjati 1 Blora,
juga disebut telah menerima surat penghentian operasional sementara dari
Direktorat Pemantauan dan Pengawasan melalui Bidang Pemantauan dan Pengawasan
Wilayah II.
“Surat penghentian operasional sudah diterbitkan. Ini bagian dari
langkah penanganan dan evaluasi menyeluruh”, jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah bersama tim gabungan juga melakukan
investigasi lapangan.
“Tim kami turun ke lapangan untuk memeriksa seluruh aspek terkait peristiwa ini. Hasil pemeriksaan akan disampaikan secara resmi oleh Dinas Kesehatan nantinya,” ungkapnya.
Baca juga : Sebanyak 955 Porsi MBG SMPN 1 Blora Dikembalikan, Imbas Dugaan Keracunan
Sri Setyorini yang juga menjabat Wakil Bupati Blora menambahkan,
pemerintah daerah berkomitmen memberikan penanganan terbaik kepada siswa yang
terdampak dan memastikan investigasi berjalan menyeluruh.
”Kami pastikan penanganan berjalan optimal. Semua langkah dilakukan demi
keselamatan anak-anak dan kejelasan kasus ini”, ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkesda Blora Nur Betsia menyampaikan, total
kasus dugaan keracunan makanan yang ditangani RSU dr. R. Soetijono Blora dan
Rumah Sakit Djawatan Kesehatan Tentara (RS DKT) Blora mencapai 122 siswa.
Dari jumlah tersebut, 117 siswa menjalani rawat jalan, dan lima siswa
dirawat inap.
Baca juga : Lho ... Satu Dapur Sudah Dapat Anggaran tapi Belum Punya Sasaran
“Saat ini, pasien rawat inap tinggal tiga orang, dua dirawat di RSU Blora dan satu di RS DKT Blora. Kondisi mereka baik dan mudah-mudahan nantinya bisa pulang,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment