INFOKU, BLORA – Berdasar data perhitungan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) Kabupaten Blora diproyeksikan meningkat pada 2027.
Pada alokasi DBH
migas mencapai Rp71,4 miliar, naik dibandingkan target 2026 sebesar Rp63,4
miliar.
Meski naik, angka
tersebut masih cukup jauh dibandingkan target DBH migas Blora pada 2025 yang
mencapai Rp130,057 miliar.
Baca juga : Dampak Efisiensi, Tiga Embung di Blora Batal Dibangun
Kepala Bidang
Anggaran Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD)
Kabupaten Blora Ahmad Nafik Udin pada pers mengatakan, kenaikan DBH migas
menjadi salah satu kabar positif dalam alokasi transfer ke daerah tahun depan.
“Untuk DBH migas
2027 memang ada kenaikan dibandingkan 2026. Dari sekitar Rp63,4 miliar menjadi
Rp71,4 miliar,” ujarnya.
Namun, dia mengakui
nominal tersebut masih belum menyamai capaian yang ditargetkan pada 2025.
“Kalau dibandingkan
dengan 2025, nilainya memang masih lebih rendah. Karena target 2025 sekitar
Rp130 miliar,” jelasnya.
Dalam data alokasi TKD 2027, total DBH Kabupaten Blora mencapai Rp104,23 miliar.
DBH sumber daya
alam menyumbang Rp72,32 miliar, dengan komponen terbesar berasal dari migas
sebesar Rp71,402 miliar.
Selain itu, Blora memperoleh DBH pajak sebesar Rp27,315 miliar, terdiri atas DBH PBB Rp21,847 miliar dan DBH PPh Rp5,468 miliar.
Nafik menambahkan,
alokasi transfer tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam menopang
kemampuan fiskal daerah.
“Tentunya ini menjadi bagian dari pendapatan daerah yang akan kita sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anggaran tahun 2027,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment