INFOKU, BLORA - Akhirnya terungkap sudah penyebab keracunan di SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup, Kecamatan Tunjungan beberapa waktu lalu.
Hasil uji
laboratorium menunjukkan jika menu makan bergizi gratis (MBG) terdapat bakteri.
Seperti pernah
diberitakan, sejumlah siswa di SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup mengalami mual,
diare, hingga muntah setelah mengkonsumsi menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) Tutup.
Baca juga : Diduga Konsumsi MBG, Belasan Siswa SD di Blora Alami Keluhan Sakit Perut Hingga Muntah
Sekretaris Dinkesda
Nur Betsia Bertawati pada pers menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan
keracunan pada 1 Oktober lalu. Saat itu menu MBG yang didistribusikan yakni
nasi putih, telur rempah kecap, tumis labu jagung pipil, susu, dan pisang.
“Jadi ada sebanyak
62 orang siswa yang keracunan. Semua rawat jalan gak ada yang rawat inap,”
katanya.
Pihaknya lantas
mengambil sampel makanan MBG itu dan memeriksa para siswa. Hasil uji
laboratorium di Labkesda Dinkesda Blora dan Labkesda Provinsi Jateng
menunjukkan jika pada menu MBG terdapat bakteri.
“Dari sampel makanan ditemukan hasil positif bakteri staphylococcus aureus pada nasi putih dan hasil positif bacillus sp. pada tumis labu jagung pipil,” jelasnya.
Baca juga : SPPG Desa Tutup Blora Diberhentikan 20 Hari, Pasca Bertambahnya Siswa Keracunan MBG
Selain pada
makanan, bakteri juga ditemukan pada air yang digunakan untuk masak.
Dari pemeriksaan
air galon yang digunakan untuk masak ditemukan total coliform sebanyak 42,
sedangkan E. coli sebanyak nol.
“Pada air PDAM
ditemukan total coliform lebih dari 200 dan Escherichia coli (E. coli) sebanyak
7,” ungkapnya.
Menu semacam itu
sebenarnya sudah pernah disajikan, tapi baru kali ini terjadi keracunan. Secara
nilai gizi pun, menu tersebut dianggap sudah memenuhi.
Namun menurutnya,
keracunan bisa terjadi dalam proses penyiapan, pengolahan, pengemasan,
pendistribusian. Termasuk kontaminasi penggunaan air yang tercemar.
“Untuk ahli gizi
sudah ada ahli gizi yang menakar itu,” lanjutnya.
Atas hal tersebut
pihak Dinkesda Blora akan melaporkan hasil lab ke Satgas dan Korwil SPPG Blora.
Baca juga : Akhirnya Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora
Lantaran mereka
yang memiliki wewenang untuk menindaklanjuti hal itu, termasuk memberikan
sanksi.
“Punishment bukan tugas kami. Kami hanya melakukan pembinaan inspeksi kesehatan lapangan. Sanksi tergantung satgas,” tandasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment