SPPG Desa Tutup Blora Diberhentikan 20 Hari, Pasca Bertambahnya Siswa Keracunan MBG

INFOKU, BLORA – Seperti pemberitaan sebelumnya, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, kembali menjadi sorotan. 

foto : IST     

Jumlah siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap makanan tersebut kini bertambah menjadi 24 anak.

Puluhan siswa itu berasal dari tiga sekolah penerima MBG yang mendapat kiriman makanan dari SPPG Desa Tutup pada Kamis (1/10). Mereka mengeluhkan sejumlah gejala, mulai mual, sakit perut, diare hingga pusing.

Baca juga : Diduga Konsumsi MBG, Belasan Siswa SD di Blora Alami Keluhan Sakit Perut Hingga Muntah

Kepala SDN 3 Tutup Sri Wulandari mengungkapkan, di sekolahnya terdapat empat siswa yang mengalami keluhan. Salah satu siswa bahkan sempat muntah setelah mengonsumsi makanan MBG. 

Keluhan lainnya muncul ketika jam pelajaran selesai. Sejumlah siswa mengaku sakit perut sebelum akhirnya dipulangkan oleh pihak sekolah. 

“Ada anak yang bilang perutnya sakit. Karena memang sudah waktunya pulang, akhirnya saya pulangkan dan wali kelas diminta menghubungi orang tua agar anak dipantau di rumah,” katanya pada pers.

Sri menambahkan, sekolah juga meminta orang tua segera berkoordinasi dengan bidan desa jika kondisi anak memburuk atau muncul gejala lanjutan. 

Pendataan terhadap siswa masih dilakukan bersama petugas Puskesmas Tunjungan. Karena itu, jumlah empat siswa tersebut masih memungkinkan berubah. 

Begitu mengetahui adanya siswa yang mengalami keluhan, sekolah memilih menghentikan aktivitas makan untuk mencegah kejadian serupa meluas.

Baca juga : Akhirnya Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora

“Ini pertama kali terjadi di sekolah kami. Setelah ada kejadian itu, kegiatan makan langsung saya hentikan,” jelasnya. 

Sri berharap insiden tersebut menjadi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Pihak sekolah juga berencana meminta masukan wali murid terkait keberlanjutan program tersebut. 

Di sisi lain, Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora Sri Setyorini membenarkan adanya tambahan laporan siswa yang mengalami keluhan. Berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 24 siswa dari tiga sekolah.

Rinciannya, 13 siswa SDN 1 Tutup, empat siswa SDN 3 Tutup, dan tujuh siswa SMK Bakti Husada.

“Keluhannya berupa mual, sakit perut, diare dan pusing. Semua sudah mendapatkan penanganan dari Puskesmas Tunjungan,’’ kata Sri Setyorini. 

Dia memastikan tidak ada siswa yang sampai harus menjalani perawatan inap. Penanganan terhadap seluruh siswa dilakukan secara rawat jalan. 

Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG Blora telah melaporkan kejadian tersebut kepada Koordinator Wilayah SPPG. Evaluasi kemudian dilakukan terhadap operasional SPPG Tutup.

Hasilnya, operasional SPPG Tutup dihentikan sementara selama 20 hari. Penghentian tersebut dilakukan sembari menunggu proses evaluasi dan penelusuran lebih lanjut terhadap pelaksanaan distribusi MBG.

Baca juga : Nggladrah ... SPPG Sukorejo 2 Letakkan Tempe di Depan Toilet, Dinkes Blora Beri Peringatan

“Tim langsung turun setelah menerima laporan. Untuk sementara SPPG Tutup dihentikan 20 hari sambil dilakukan evaluasi, tandas wabup Blora. (Endah/IST) 


Post a Comment

0 Comments