INFOKU, BLORA – Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Blora terus bergulir. 

ilustrasi

Seluruh kecamatan kebagian giliran jadwal padam.

Durasi pemadaman rata-rata berlangsung 2 hingga 3 jam.

Tak ada wilayah prioritas untuk terhindar dari pemadaman bergilir tersebut.

Baca juga : Wow .... Ada 1.026 Penerima Bansos Dicoret, Inilah Langkah Yang Akan Dilakukan Dinsos Blora

Belakangan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui PT PLN (Persero) mengalami kendala pasokan batu bara kalori menengah untuk pembangkit listrik.

Dampaknya, pemadaman bergilir diterapkan di berbagai daerah, termasuk Blora.

Manajer PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blora Wardoyo memastikan, tak ada wilayah yang luput dari jadwal pemadaman.

“Setiap kecamatan pasti kena,” ujarnya pada pers.

Artinya, baik kawasan perkotaan maupun pelosok desa sama-sama harus bersabar saat aliran listrik diputus sementara.

Baca juga : 35 Ribu Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Inilah Solusi dari DPRD Blora

Wardoyo mengatakan, pemadaman dilakukan karena adanya kendala pada pembangkit.

Namun, dia enggan menjelaskan lebih rinci penyebabnya.

“Kalau penyebabnya seperti yang ada di internet, sudah umum. Bisa dicari,” katanya.

Menurutnya, pemadaman berlangsung sekitar 2 hingga 3 jam dan dilakukan secara bergilir sesuai jadwal yang sebelumnya telah diumumkan kepada masyarakat.

“Seperti yang kami infokan di grup-grup,” imbuhnya.

Tegas dia, PLN ULP Blora hanya menjalankan instruksi dari sistem pembangkit listrik yang terhubung dalam jaringan interkoneksi nasional.

“Tergantung dari pembangkit. Kami tidak bisa memastikan. Pembangkit itu interkoneksi,” jelasnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, jadwal pemadaman terus bergulir. Pada 19–22 Juni 2026, giliran sejumlah wilayah di Kecamatan Cepu, Kradenan, Kedungtuban, Ngawen, Tunjungan, Blora Kota, hingga kecamatan lain yang merasakan listrik padam.

Baca juga : Limpahkan Barang Bukti dan Tersangka Kasus Perusakan Jalan

Kemudian pada Rabu (24/6), PLN kembali melakukan pemadaman dengan alasan pemeliharaan jaringan.

Kali ini, Desa Sambiroto, Sendangwates, Ngawenombo, dan Kedungwaru terdampak sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

“Bagi warga, pemadaman yang semula disebut bergilir kini terasa seperti rutinitas. Bedanya hanya menunggu kapan nama desanya muncul dalam daftar berikutnya,” ungkapnya. (Endah/IST