Lanova Chandra, Aspirasi HMI Dinilai Mewakili Kegelisahan DPRD dan Masyarakat

INFOKU, BLORA – Audiensi antara DPRD Kabupaten Blora dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di ruang pertemuan DPRD Blora, mengemuka sejumlah persoalan strategis terkait pengelolaan sektor migas, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga peran Blora Patra Energi (BPE) sebagai BUMD yang bergerak di sektor energi. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Lanova Chandra, menegaskan bahwa keresahan yang disampaikan mahasiswa dalam audiensi bersama DPRD merupakan cerminan kegelisahan masyarakat terkait belum optimalnya pemanfaatan potensi migas untuk kesejahteraan daerah.

Menurut Lanova, Kabupaten Blora memiliki sumber daya alam yang sangat besar, namun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih perlu terus diperjuangkan melalui berbagai terobosan kebijakan dan penguatan peran Blora Patra Energi (BPE).

Baca juga : PT BPE Belum Produksi Minyak Rakyat Blora

Lanova mengungkapkan DPRD saat ini tengah merumuskan langkah strategis untuk mencari peluang peningkatan PAD dari sektor migas.

Salah satunya dengan mengkaji berbagai regulasi yang ada, termasuk kemungkinan memberikan masukan terhadap Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2002 agar daerah penghasil memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

"Kami sedang merumuskan upaya dari tingkat daerah sampai pusat untuk melihat peluang dan celah regulasi yang memungkinkan adanya nilai tambah bagi Kabupaten Blora. Tujuannya jelas, bagaimana potensi migas yang besar ini bisa berdampak lebih nyata terhadap PAD daerah," Katanya, Senin, 8/06/2026.

BPE Tidak Hadir

Dalam audiensi tersebut, Lanova juga menyayangkan ketidakhadiran pihak BPE yang dinilai seharusnya dapat memberikan penjelasan langsung mengenai berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Baca juga : Pasca Legalitas Sah, Gejolak Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat di Gandu Mulai Muncul

Menurutnya, forum dialog tersebut justru menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan perkembangan, tantangan, serta arah pengelolaan sektor migas daerah.

"Kami menyayangkan BPE tidak hadir. Padahal banyak hal yang perlu dijelaskan kepada publik, terutama terkait langkah-langkah pengembangan usaha dan pemanfaatan potensi migas yang dimiliki Kabupaten Blora," ujarnya. 

Sebagai tindak lanjut, DPRD berencana memanggil manajemen BPE bersama pihak terkait untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai peluang dan hambatan yang dihadapi perusahaan daerah tersebut.

DPRD juga ingin mengetahui alasan sejumlah peluang usaha dan perizinan yang dinilai belum berkembang optimal, padahal potensi yang tersedia sangat besar.

"Kami ingin mengetahui secara detail apa kendalanya, bagaimana  pengembangannya, dan sejauh mana potensi yang sudah maupun belum dikelola dapat memberikan manfaat bagi daerah," tambah Lanova.

BPE Jangan Hanya Pelengkap

Lanova menegaskan bahwa BPE harus bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang lebih mandiri, profesional, dan kompetitif agar mampu mengambil peran strategis di sektor energi.

Menurutnya, keberadaan BPE tidak boleh hanya menjadi pelengkap, tetapi harus mampu tumbuh sebagai pemain utama yang ikut mengelola dan menikmati manfaat ekonomi dari sektor migas Blora.

"Kita perlu mendorong transformasi BPE supaya lebih mandiri dan kuat. Dengan potensi migas yang dimiliki Blora, sudah saatnya BPE menjadi pemain besar di daerah sendiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Baca juga : FBS Menduga ada Pajak Sumur Minyak Plantungan Masuk Kantor Pelayanan Pajak Blora

Lanova menilai perjuangan meningkatkan peran BPE dan memperbesar manfaat migas bagi daerah harus menjadi agenda bersama seluruh pemangku kepentingan.

Sebab, di tengah besarnya potensi energi yang dimiliki Kabupaten Blora, masyarakat berharap manfaat ekonomi yang dirasakan daerah juga semakin besar dan berkelanjutan.

"Potensi migas Blora sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana BPE mampu naik kelas dan bagaimana daerah mendapatkan porsi manfaat yang lebih optimal dari kekayaan alam yang dimiliki," pungkasnya.(Endah) 


Post a Comment

0 Comments