INFOKU, BLORA – Sungguh diluar dugaan, puluhan petani tebu kembali menggelar aksi tumpah tebu di depan gerbang PT Gendhis Multi Manis (GMM) Kecamatan Todanan.
Dalam aksi
tersebut, petani bahkan mengancam akan membawa persoalan tebu Blora ke Jakarta
jika tuntutan mereka terus diabaikan.
Aksi diwarnai
orasi, teriakan protes, penampilan dua biduan, serta pembacaan puisi oleh mahasiswa.
Petani mengawal iring-iringan truk bermuatan tebu menuju gerbang pabrik.
Selanjutnya
sejumlah pemotor membawa batang tebu di barisan depan, disusul truk yang
kemudian menumpahkan muatan tebu tepat di depan pintu masuk pabrik, sebagai
simbol kekecewaan terhadap PT GMM yang dinilai gagal menyerap tebu petani
Blora.
Salah satu petani,
Anton Sudibyo menegaskan, aksi tersebut merupakan luapan kemarahan petani,
karena berbagai janji yang hingga kini belum terealisasi.
“Ini aksi jilid
dua. Kami merasa di-PHP, dibohongi. Semua biaya aksi ini murni dari iuran petani,
tidak ada yang mem-back-up,” tegasnya.
Menurut Anton, aksi
tersebut menjadi peringatan sebelum petani membawa persoalan itu ke tingkat
nasional. Bahkan, petani siap menggelar aksi serupa di Jakarta apabila tidak
ada langkah nyata dari PT GMM dan Bulog.
Baca juga : Pasca Demo Petani Tebu Blora, Dirut Bulog Janji Rombak PG GMM dan Serap Tebu Rakyat
“Kalau tetap tidak
ada respons, kami akan bawa tebu ke Jakarta. Sudah dua tahun petani menunggu,
tetapi tidak ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya.
Jangan
ABS
Petani juga
menyoroti program swasembada gula nasional.
Mereka meminta
Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi jajarannya, agar tidak hanya
menyampaikan laporan yang menyenangkan atasan.
“Jangan sampai
orang-orang di bawah hanya ABS (asal bapak senang). Kalau seperti ini terus,
program swasembada gula bisa gagal,” tandasnya.
Selain itu, petani
mengeluhkan kondisi pabrik gula yang belum beroperasi optimal, sehingga biaya
angkut dan distribusi tebu semakin tinggi.
Mereka juga
menyinggung kesepakatan bermaterai terkait komitmen penyerapan seratus persen
tebu petani Blora oleh PT GMM, yang hingga memasuki Juni 2026 dinilai belum
terealisasi.
Tak hanya aksi
tumpah tebu, petani berencana membawa persoalan tersebut ke Komisi IV dan
Komisi VI DPR RI, agar pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Tidak
Ingkar Janji
Sementara itu, Plt
Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Muldiyanti menegaskan, pihaknya tidak ingkar
janji.
Baca juga : Tagih Janji Giling PT GMM 2026, Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun
Saat ini PT GMM
bersama Bulog telah membentuk tim untuk melakukan pendataan lahan dan potensi
tebu yang siap panen.
“Kami sudah mulai
pendataan wilayah yang dapat menyerap tebu petani Blora dan mengalihkan ke
pabrik gula di sekitar Blora,sementara saat ini ada dari 200 petani tebu di
Blora.” jelasnya.
Menurutnya, tim
yang bekerja terdiri dari unsur internal PT GMM dan Bulog serta melibatkan
petani. PT GMM juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pabrik gula,
diantaranya PG milik SGN dan PG swasta di sekitar Blora.
Sri Emilia
menambahkan, proses penyerapan masih menunggu tahapan administrasi dan regulasi
yang harus dilalui, sehingga tidak bisa dilakukan secara instan.
Saat ini kajian
independen terhadap kerusakan mesin pabrik juga masih berlangsung.
Baca juga : Baru 37 dari 295 Desa yang Lunas Pajak, Pemkab Blora Harus Kerja Keras
“Prioritas kami tetap petani tebu Blora. Untuk harga masih kami koordinasikan dengan pabrik gula lain. Dua minggu lagi kami targetkan sudah ada perkembangan karena saat ini masih proses,” pungkasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment