INFOKU, BLORA – Aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Blora digelar puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora, Jumat (19/6).
Mereka menyuarakan
penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang
dinilai semakin membebani masyarakat.
Dalam aksi
tersebut, massa membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan
kenaikan harga BBM.
Baca juga : Walau Tak Punya IPAL, Dapur SPPG Khusus Blora Lolos dari Suspensi
Secara bergantian
mereka menyampaikan orasi di depan gedung DPRD, sementara sejumlah anggota
dewan menemui massa untuk menerima aspirasi yang disampaikan.
Koordinator aksi
HMI Cabang Blora, Joko Agung Purnomo, mengatakan kenaikan harga Pertamax dari
Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau sekitar 32 persen berpotensi memicu
kenaikan biaya hidup masyarakat.
Menurutnya, dampak
kenaikan BBM tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga merembet ke
berbagai sektor ekonomi.
Baca juga : Aksi Demo Petani Blora, Tumpahkan Tebu di Depan PT GMM
"Kenaikan BBM
akan memengaruhi biaya distribusi barang, harga kebutuhan pokok, biaya produksi
pertanian, hingga operasional UMKM. Pada akhirnya masyarakat yang harus
menanggung beban tersebut," ujarnya dalam orasi.
Dia menilai kondisi
tersebut dapat semakin menekan daya beli masyarakat yang saat ini masih
menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Kelompok masyarakat
berpenghasilan rendah, kata dia, menjadi pihak yang paling rentan terdampak
akibat kenaikan harga energi.
Selain menyoroti kebijakan kenaikan BBM, massa aksi juga mengangkat posisi Kabupaten Blora sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Baca juga : Usai Di Demo, Akhirnya Jalan Randublatung–Cepu Mulai Dicor Beton Akhir Juli 2026
Menurut mereka, besarnya kontribusi Blora terhadap sektor energi nasional belum sepenuhnya diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di daerah. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment