INFOKU, BLORA – Kenaikan harga aspal mulai memberi tekanan bagi pelaku jasa konstruksi.
Dibanding Maret
2026, harga aspal pada awal bulan ini naik sekitar 20 persen.
Kondisi ini
berpotensi memengaruhi standar harga satuan (SHS) dan pelaksanaan proyek di
lapangan.
Berdasarkan data Pertamina Trading & Service, harga aspal curah dari refinery unit IV Cilacap menembus Rp 11.565 per kilogram.
Baca juga : Akhirnya Bupati Blora Pangkas Belanja Internet Seluruh Dinas dan Kecamatan
Padahal pada Maret
lalu masih berada di kisaran Rp 9.400 per kilogram.
Kenaikan juga
terjadi pada aspal kemasan drum eks Gresik.
Jika sebelumnya
dibanderol sekitar Rp 11.600 per kilogram, pada April ini harganya naik menjadi
Rp 13.600 per kilogram.
Harga tersebut
belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen, biaya pengiriman,
hingga ongkos bongkar muat.
Dengan demikian,
harga riil di lapangan diperkirakan lebih tinggi.
Kondisi ini mulai
dirasakan kontraktor di Kabupaten Blora, termasuk Ryan yang mengaku harus
bergerak cepat menyelesaikan pekerjaan yang sedang berjalan.
“Harus segera
selesai. Kalau molor, biaya makin berat. Kenaikan sekarang sudah cukup terasa,”
ujarnya.
Sementara itu,
Kabag PBJ Setda Blora Widyaningsih pada pers menyebut hingga kini belum ada
pembahasan terkait penundaan tender atau lelang di lingkungan Pemkab Blora
akibat kenaikan harga aspal.
“Masih berjalan
normal. Belum ada rapat soal penundaan. Kalau kenaikan harga, mungkin nanti
berpengaruh di pelaksanaan,” katanya.
Baca juga : Ditengah Efisiensi Ternyata Anggaran Internet Pemkab Blora Tembus Rp 2,56 Miliar
Di sisi lain, Kabid
Bina Marga DPUPR Blora Danang menyampaikan belum ada keputusan penundaan
pengerjaan proyek.
Pihaknya masih
menunggu pembahasan lanjutan serta arahan dari pimpinan OPD.
“Belum ada rapat lanjutan. Untuk penundaan juga belum. Nanti menunggu arahan pimpinan,” ujarnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment