INFOKU. BLORA – Terpaksa tahun ini pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) dipastikan tak bisa giling.
Perusahaan di bawah
Perum Bulog itu hanya bisa memfasilitasi penjualan tebu.
Wakil Bupati Blora
Sri Setyorini menjelaskan, tidak bisa gilingnya PT GMM karena ada kerusakan
mesin, untuk sementara perbaikan harus melalui dana APBN.
Dengan kondisi demikian, mustahil anggaran perbaikan turun seketika dsn harus ada proses panjang.
Baca juga : Pasca Demo Petani Tebu Blora, Dirut Bulog Janji Rombak PG GMM dan Serap Tebu Rakyat
Terlebih perbaikan
atau beli mesin boiler tidak sedikit.
“Saya percaya
karena tidak serta-merta anggaran itu akan muncul secara tiba-tiba. Ada
prosesnya,” jelas Wakil Bupati.
Sementara dalam
dialog, para petani menginginkan hasil panen tebu bisa dibeli seratus persen,
sesuai harga pemerintah.
“Pada dasarnya para
petani menginginkan kepastian harga dari pemerintah untuk hasil panen bulan Mei
2026 di Kabupaten Blora. Kemudian tebu akan terserap seluruhnya,” ucapnya.
Calon Direktur
Operasional (Dirop) PT GMM Andin Cholid membenarkan, pabrik gula yang akan
dinahkodainya itu tidak bisa giling tahun ini karena mengalami kendala.
Baca juga : Tagih Janji Giling PT GMM 2026, Ribuan Petani Tebu Blora Kepung Alun-Alun
Secara teknis, lanjut dia, tebu dari petani yang dijual ke PT GMM akan dijual lagi ke pabrik gula lain. Namun secara teknis pengiriman dia belum bisa memastikan.
“Jangka pendek adalah segera ada upaya nyata bagaimana tebu petani bisa diterima di PG yang lain,” ucap Andin pada pers. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment