Tanggapi Perbaikan Mandiri Jalan Desa Nglebak, Bupati Blora Janji Usulkan Perbaikan Jalan Tahun Depan

INFOKU, BLORA  – Setelah aksi swadaya warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, yang membangun jalan rusak milik Pemkab Blora mendapat tanggapan Bupati Blora Arief Rohman

foto : IST   

Bupati Blora itu menyebut, perbaikan ruas Menden–Megeri belum bisa dilakukan tahun ini, karena imbas pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurutnya, pemangkasan anggaran dari pusat mencapai lebih dari Rp 370 miliar, sehingga sejumlah program infrastruktur terpaksa ditunda.

Termasuk pembangunan jalan di wilayah Kradenan tersebut.

Baca juga : Warga Nglebak Kradenan Kecewa karena Janji Pemkab Blora Belum Terealisasi, Swadaya Urunan Perbaiki Jalan Lakukan Pengecoran 1 Km

“Pemotongan dana dari pusat memang mengakibatkan ada beberapa ruas yang batal diperbaiki. Semua tahu pemotongan itu mencapai lebih dari Rp 370 miliar,” jelasnya pada pers.

Arief menambahkan, ruas jalan tersebut akan kembali diusulkan pada perencanaan anggaran berikutnya.

Dengan catatan tidak ada lagi pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.

“Jika tahun depan tidak ada pemotongan, akan kita usulkan pada 2027,” tandasnya.

Plt Kepala Dinas PUPR Blora Nidzamudin Al Hudda menjelaskan, pembangunan jalan di wilayah Kradenan tahun ini hanya menyasar ruas Getas–Nglebak.

Baca juga : Miris ....Jalan Cor di Nglungger Blora Belum 1 tahun, e e e ..Sudah Retak

Sedangkan titik yang dibangun warga berada di ruas Menden–Megeri, sehingga belum masuk dalam APBD 2026.

“Karena keterbatasan anggaran, ruas itu belum masuk tahun ini. Namun sudah kami masukkan dalam perencanaan kerja DPUPR tahun 2027,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Nglebak bergotong royong memperbaiki jalan rusak dengan rabat beton sepanjang hampir 1 kilometer.

Dana pembangunan berasal dari swadaya masyarakat, mulai urunan semen, uang, tenaga hingga makanan bagi pekerja.

Aksi tersebut bahkan viral di media sosial TikTok melalui akun Nglebak Official.

Pemilik akun Maryono mengatakan, warga sudah lama menunggu perbaikan jalan yang terakhir kali diaspal pada 2014.

“Setiap ada pejabat datang selalu ada janji akan dibangun. Tapi sampai sekarang belum pernah terealisasi di sini,” katanya.

Karena kecewa, warga akhirnya sepakat memperbaiki jalan sendiri.

“Kami sudah tidak berharap lagi dengan pemerintah. Kami bisa bangun jalan sendiri,” tandasnya.

Baca juga : Inilah Aksi Bupati Blora Usai Warga Kritik Jalan Rusak dengan Menanam Ratusan Pohon

Kepala Desa Nglebak Eko Puryono membenarkan pembangunan jalan tersebut murni swadaya warga.

Pengerjaan dilakukan bergotong royong oleh empat dukuh di desa itu.

“Saat ini yang sudah terbangun hampir satu kilometer. Dananya murni dari warga,” pungkasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments