INFOKU, BLORA – Kekecewaan warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan dengan janji pembangunan yang tak kunjung terealisasi, mereka wujudkan dengan bergotong royong memperbaiki jalan rusak milik Pemerintah Kabupaten Blora.
Secara swadaya, warga membangun jalan rabat beton hampir sepanjang
satu kilometer di ruas Menden–Megeri.
Perbaikan dilakukan dengan urunan warga. Ada
yang menyumbang semen, uang, tenaga hingga makanan.
Pengerjaan dilakukan setiap hari dari pagi hingga malam secara bergantian.
Baca juga : Inilah Aksi Bupati Blora Usai Warga Kritik Jalan Rusak dengan Menanam Ratusan Pohon
Aksi gotong royong tersebut bahkan sempat viral di media sosial setelah diunggah melalui akun TikTok
Nglebak Official.
Maryono, pemilik akun tersebut mengatakan, ruas jalan Menden–Megeri
sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan.
Kondisinya berupa jalan hutan yang naik turun dengan bebatuan berserakan
sehingga menyulitkan aktivitas warga.
“Terakhir bangunan aspal masuk di sini sekitar 2014. Bisa dibayangkan
sampai sekarang bagaimana kondisinya,” ujarnya.
Menurutnya, setiap ada kunjungan pejabat, warga kerap mendapat janji pembangunan.
Baca juga : Ketahuan Cor Jalan Pakai Grosok, Pemborong Janji Bongkar dan Cor lagi
Namun hingga kini belum pernah terealisasi di wilayah Desa Nglebak.
“Memang ada pembangunan ruas Menden–Megeri, tapi titiknya di Mendenrejo
atau Getas.
Di sini tidak pernah dialokasikan,” katanya.
Karena kecewa dengan janji tersebut, warga akhirnya sepakat membangun
sendiri jalan yang sebenarnya merupakan aset milik Pemkab
Blora.
“Kami sudah tidak berharap lagi dengan pemerintah. Kami bangun jalan sendiri,”
tegasnya.
Sementara Kepala Desa Nglebak Eko Puryono membenarkan warganya melakukan gotong royong memperbaiki jalan tersebut.
Perbaikan dilakukan dengan rabat beton di sisi kanan kiri jalan,
sementara bagian tengah diisi material grosok.
“Iya benar dibangun sendiri dengan rabat beton kanan kiri, dan di
tengahnya diisi grosok termasuk berem kanan kiri,” jelasnya.
Dia menyebut pembangunan diinisiasi oleh RT dan RW serta didukung seluruh
warga.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap di masing-masing dukuh.
“Di desa kami ada empat dukuh, yakni Nglebak, Kalikangkung, Plumbon, dan
Ngandong. Mereka membangun sesuai kemampuan dukungan masing-masing,” ujarnya.
Saat ini panjang jalan yang sudah diperbaiki hampir mencapai satu
kilometer.
Seluruh biaya pembangunan murni berasal dari swadaya masyarakat tanpa bantuan pemerintah.
Baca juga : Miris ....Jalan Cor di Nglungger Blora Belum 1 tahun, e e e ..Sudah Retak
“Mungkin warga sudah ingin memiliki jalan mulus seperti desa lain, sehingga mereka tidak sabar menunggu bantuan pemerintah,” pungkasnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment