INFOKU, BLORA – Ada sebanyak 800 dari total 806 calon jemaah haji asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah melakukan pelunasan biaya haji untuk keberangkatan tahun 2026.
Pelunasan tersebut
dilakukan dalam dua tahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksana tugas
(Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora, Ali Muchyidin, pada
pers mengatakan, proses pelunasan dibagi ke dalam dua tahap.
Pada tahap pertama yang berlangsung pada Desember 2025, sebanyak 617 calon jemaah haji reguler telah menyelesaikan pelunasan biaya haji.
Baca juga : Upaya Peningkatan Kualitas dan Nilai Manfaat, Segera Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji
Sementara itu, pada
tahap kedua yang dilaksanakan pada Januari 2026, sebanyak 120 calon jemaah haji
reguler serta 63 jemaah cadangan juga telah melakukan pelunasan.
“Total tahap 1 sama
tahap 2 termasuk cadangan, totalnya yang melunasi adalah 800 jamaah yang Blora
ini,” ucap dia saat ditemui di kantornya, Selasa (13/1/2026).
Meski telah
melakukan pelunasan, Ali menjelaskan bahwa calon jemaah haji yang masuk dalam
kategori cadangan belum dapat dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci pada
tahun 2026.
“Yang 63 orang cadangan itu nanti akan dihitung porsi Jawa Tengah. Jawa Tengah nanti butuh cadangan berapa tergantung kuota yang masih kosong. Jadi 63 itu nanti belum tentu berangkat, bisa berangkat, bisa tidak,” terang dia.
Baca juga : Inilah Penyebab 9 Jemaah Haji Blora Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Ali menambahkan,
kepastian keberangkatan calon jemaah haji cadangan akan ditentukan
melalui rapat koordinasi di tingkat provinsi.
Sementara itu,
terdapat enam calon jemaah haji asal Blora yang dipastikan tidak berangkat pada
tahun 2026 karena tidak melakukan pelunasan biaya haji.
Ali menyebutkan,
terdapat sejumlah alasan yang melatarbelakangi tidak dilakukannya pelunasan
oleh keenam calon jemaah tersebut.
“Karena tidak
melunasi itu satu yang alasannya mungkin tidak istithoah, itu yang punya
kewenangan dinas kesehatan,” kata dia.
Selain itu,
sebagian calon jemaah haji memilih menunda pelunasan karena alasan ekonomi,
belum memiliki kesiapan dana, maupun masih menunggu pendamping atau mahram.
“Contoh suaminya
berangkat tahun ini, tapi istrinya tahun depan, kemudian sehingga ditunda tahun
depan. Jadi itu dinamikanya ketika tidak melunasi itu karena ekonomi, kedua
karena nunggu mahram juga karena tidak istithoah,” jelas dia.
Dengan demikian,
sisa enam kuota haji tersebut akan dikembalikan ke tingkat provinsi dan
berpotensi diisi oleh calon jemaah haji dari luar Kabupaten Blora.
Ali juga
menyampaikan bahwa para calon jemaah haji asal Blora dijadwalkan berangkat
menuju embarkasi Solo pada April 2026.
Adapun
keberangkatan ke Tanah Suci diperkirakan berlangsung pada awal Mei 2026.
“Tapi ini masih menunggu schedule berikutnya nanti akan ada koordinasi terkait fix-nya jumlah jemaah se Jawa Tengah. Jadi ini gambaran awal tetapi kita belum bisa memastikan berapa yang akan pasti berangkat haji karena masih menunggu koordinasi,” ujarnya.
Baca juga : Berangkat ke Tanah Suci, Sebanyak 635 Jemaah Calhaj Blora 2024 Dilepas Bupati
Pada tahun 2026,
kuota calon jemaah haji asal Kabupaten Blora juga mengalami peningkatan
signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, jumlah calon jemaah haji asal Blora yang berangkat ke Tanah Suci tercatat sekitar 580 orang. Sementara pada 2026, kuota meningkat menjadi 806 orang atau bertambah sebanyak 226 kuota.(Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment