INFOKU, BLORA – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini selaku Pelaksana Harian (Plh) Bupati Blora, bersama Pj. Sekda Blora, Dasiran, dan OPD teknis terkait, mengikuti Sarasehan.
Dengan tema Strategi
Harmonisasi Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), serta Mitigasi
Risiko Operasional Industri Migas, yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina EP
Cepu Zona 11, di Tawangmangu, Karanganyar, Jumat 25 September 2026.
Dalam sarasehan yang juga diikuti pemerintah daerah dari tiga Kabupaten (Blora, Bojonegoro, dan Tuban) bersama para NGO Migas tersebut.
Baca juga : Ini Lho 9 Kandidat Sekda Blora Jalani Assessment Center di Mabes Polri
Wabup Sri Setyorini menekankan bahwa Program PPM industri hulu migas, yang
dulu lebih dikenal dengan CSR atau Coorporate Social Responsibility, harus
benar benar bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat sekitar wilayah
kerja penambangan (WKP)
“Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat atau PPM tidak hanya sekedar
pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Namun sebagai instrumen untuk membangun kemandirian, meningkatkan kapasitas
masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan, pemerintah daerah
dan masyarakat.
Sehingga manfaatnya bisa benar benar dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Dia lantas menyontohkan, program PPM tidak harus berbentuk pembangunan yang
bersifat fisik namun juga kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.
Disesuaikan dengan potensi desa masing-masing, misalkan sektor pertanian,
pengembangan UMKM, hingga pelatihan pra kerja untuk para pemuda desa.
Baca juga : Akhirnya Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora
“Di sisi lain, mitigasi risiko operasional migas di daerah juga tidak kalah
penting. Komunikasi yang baik, keterbukaan informasi, serta pelibatan
masyarakat dalam tahapan kegiatan migas menjadi suatu hal yang wajib, untuk
meminimalisir potensi risiko sosial dan kamtibmas selama operasional
berlangsung,” sambungnya.
Karena itu, Wakil Bupati Blora berharap forum sarasehan ini bisa menjadi
momentum yang baik dalam menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi m, dan
membangun sinergi lebih konkret.
“Pemkab Blora siap mendukung kolaborasi yang konstruktif dengan berbagai
pihak sehingga keberadaan kegiatan industri migas dapat berjalan dengan lancar.
Sekaligus memberikan manfaat yang nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan
masyarakat,” tambah Hj. Sri Setyorini.
“Kami berharap program program PPM dari Pertamina selaras dengan prioritas
pembangunan daerah, sehingga manfaatnya benar benar dirasakan oleh masyarakat.
Tidak hanya dalam mendukung kelancaran operasional tetapi juga bisa menumbuhkan
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj. Sekda Blora, Dasiran, menjelaskan bahwa seluruh
pemerintah daerah saat ini sedang mengalami pemotongan Dana TKD oleh pemerintah
pusat. Sehingga daerah dituntut kreatif dan inovatif dalam peningkatan PAD agar
prioritas pembangunan yang telah disusun tetap bisa berjalan dan dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat.
“Blora saja pemotongan TKD nya sampai sekitar Rp 370 miliar. Ini menuntut
kami memaksimalkan pos PAD dengan berbagai cara agar pembangunan tetap bisa
berjalan. Nah dengan adanya PPM atau CSR perusahaan migas ini, mungkinkah
kedepan bisa dimasukkan sebagai PAD dalam APBD. Agar penggunaannya juga bisa
disinkronkan dengan prioritas pembangunan daerah. Jika bisa, tentunya ini akan
berdampak positif bagi pemda saat kondisinya seperti ini,” ujar Dasiran.
Adapun Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas, Roy
Widiarta, menyampaikan bahwa usulan program PPM tahun berjalan mulai
disampaikan dan dikurasi pada tahun sebelumnya.
“Seperti saat ini, bulan September 2026, posisinya program PPM yang akan
dilaksanakan pada tahun 2027 sudah masuk tahap akhir. Idealnya diajukan atau
disampaikan pada Mei 2026 kepada Pertamina. Jika 2027 sudan close, maka bisa
diusulkan pada Mei 2027 untuk pelaksanaan 2028. Kami terbuka untuk menerima
usulan program PPM,” bebernya.
Dalam sarasehan ini juga diserahkan apresiasi sinergitas kegiatan hulu migas dari Pertamina kepada Pemerintah Daerah dan NGO, yang diterima Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini selaku Plh Bupati Blora.
Turut hadir Asistant Manager Comrel Regional 4, Achmad Setiadi; Head of Comrel dan CID Pertamina Zona 11, Wazirul Lutfi; dan Akademisi UGM Yogyakarta, Dr. Krisdiyatmiko. (Setyorini/KOM)


0 Comments
Post a Comment