Baru Keluar Dari Penjara, Ketum Pemuda Pancasila Blora Beri Kartu Merah Kejari

INFOKU, BLORA – Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Blora Munaji, baru saja keluar dari balik jeruji besi langsung melontarkan kritik keras kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. 

foto : IST   

Sebelumnya, munaji masuk bui karena kasus penipuan bernilai ratusan juta rupiah bersama istrinya, Wahyu Priyanti.

Tak tanggung-tanggung, kritik tersebut disimbolkan dengan kartu merah.

Munaji menilai masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi dalam penegakan hukum di Kabupaten Blora.

Baca juga : Terjerat Dugaan Kasus Penipuan, Ketua Pemuda Pancasila Blora Diringkus Polda Jateng

“Kalau kemarin ada aksi memberi kartu kuning, saya kasih kartu merah untuk Kejaksaan Negeri Blora,” tegas Munaji pada pers.

Menurutnya, pemberian kartu merah tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kinerja aparat penegak hukum.

“Terutama dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih serta memberantas praktik tindak pidana korupsi (tipikor),” jelasnya.

Munaji juga menyinggung kondisi di lapangan yang dinilainya masih jauh dari harapan.

Dia mempertanyakan bagaimana upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih jika persoalan di tingkat bawah masih dibiarkan.

“Gimana sekarang di atas mau bersih, kalau di bawahnya semuanya kumuh seperti ini?” ujarnya.

Pernyataan Munaji itu disampaikan sekaligus menyambut pergantian pimpinan di Kejari Blora. Dia berharap Kajari yang baru mampu membawa angin perubahan dalam penegakan hukum di Kabupaten Blora.

Baca juga : Galian Fiber Optik Makin Jadi Sorotan, Akibatkan Dua Warga Blora Alami Laka Lantas

“Blora tidak butuh jaksa nakal, Blora tidak butuh jaksa ruwet. Semoga dengan Kajari yang baru semua bisa dievaluasi,” jelasnya.

Bagi Munaji, pergantian pucuk pimpinan Kejari Blora menjadi momentum untuk membuktikan bahwa penegakan hukum di Kota Samin benar-benar berjalan tanpa tebang pilih.

Kritik tersebut menjadi sorotan karena disampaikan secara terbuka dengan simbol kartu merah.

“Kami minta kejaksaan tidak sekadar tampil sebagai penonton, tetapi berani turun dan menyentuh persoalan yang selama ini menjadi sorotan publik,” jelasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments