“Uang Penjualan Disetor, Barang Tak Kunjung Disuplai,” Dialami KDMP Blungun Blora

INFOKU, BLORA – Saat ini pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Blungun, Kecamatan Jepon kebakaran jenggot

foto : IST   

Meski pengelola sudah menyetorkan uang penjualan, tapi stok barang yang habis tak kunjung disuplai kembali.

Seperti diketahui, KDMP Blungun merupakan satu dari 55 KDMP di Kabupaten Blora yang dilunching pada 16 Mei 2026 dan mulai beroperasi pada 21 Juni 2026 lalu.

Baca juga : 55 Koperasi Merah Putih di Blora Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo

Asisten Manajer KDMP Desa Blungun, Ahmad Ryanto pada pers mengatakan, sejak beroperasi transaksi penjualan di KDMP Blungun rerata mencapai Rp 1 juta per hari, yakni total keseluruhan sekitar Rp 25 juta.

Sistem pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara manual, kini telah beralih melalui transfer menggunakan layanan BRILink.

“Penjualan tetap berjalan setiap hari. Uang hasil penjualan juga terus kami setorkan, tetapi sampai sekarang barang belum juga dikirim lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat stok barang yang sebelumnya didistribusikan terus berkurang.

Baca juga : Pemkab Blora Putar Otak Penuhi Anggaran Pembangunan KKMP

Bahkan, beberapa jenis barang sudah habis, sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan. Barang yang didrop sebelumnya semakin menipis, bahkan ada yang sudah habis,’’ tuturnya.

“Saat kami tanyakan ke pihak Agrinas, jawabannya barang harus dikirim dari pusat. Logikanya, seharusnya di tingkat kabupaten sudah ada gudang distributor, sehingga distribusi bisa lebih cepat,’’ sambungnya.

Selain persoalan pasokan barang, Ahmad juga mengaku belum menerima upah operasional, yang sebelumnya dijanjikan sebesar Rp 1,9 juta untuk masa kerja 25 hari.

Informasi yang diterima, baru pengelola KDMP Desa Ngloram dan Mulyorejo, Kecamatan Cepu dan Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban yang telah menerima pembayaran upah.

Baca juga : Sebanyak 55 Armada Truk KDKMP Bantuan Presiden Diserahkan Pemkab Blora

Di sisi lain, Ketua KDMP Desa Blungun, Mashur mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengadaan barang.

Dia berharap kedepan distribusi barang dapat dilakukan lebih baik agar operasional koperasi tidak terganggu.

“Kami tidak dilibatkan sama sekali dalam pengadaan barang,” tandasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments