INFOKU, BLORA - Gojang-ganjing persoalan nasib petani tebu dan pabrik gula PT GMM Bulog yang tidak dapat beroperasi akibat kerusakan dua buah boiler pada musim giling 2026, menggugah nurani seorang tokoh nasional yang berdomisili di Bumi Blora Mustika.
Dia adalah Siswanto, Wakil Ketua DPRD Blora sekaligus Ketua DPD Partai Golkar
Blora yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh
Indonesia (ADKASI) periode 2025-2030.
Siswanto menyatakan kesiapannya untuk ikut "cawe-cawe" dalam
mendukung perjuangan pengurus APTRI dan para petani tebu.
Tujuannya adalah mencari solusi atas nasib para petani yang saat ini berada di ambang kebangkrutan.
Baca juga : PT GMM Blora Hanya Fasilitasi Penjualan Tebu Imbas Mesin Rusak
Lebih dari 30.000 petani tebu dengan total luas lahan mencapai 8.000 hektar
mengalami keresahan.
Mereka bingung karena harus menjual hasil panen ke pabrik gula di luar
Kabupaten Blora, padahal saat ini sudah memasuki masa panen.
Sebagai catatan, pada masa giling 2025, petani telah mengalami kerugian
lebih dari Rp500 miliar.
Siswanto menawarkan berbagai alternatif solusi, baik melalui pendekatan
birokrasi maupun manuver politik, bahkan ia juga menawarkan langkah "jalur
langit".
Baca juga : Pasca Demo Petani Tebu Blora, Dirut Bulog Janji Rombak PG GMM dan Serap Tebu Rakyat
Sementara Anton Sudibyo, mantan anggota DPRD Blora yang kini menjabat Sekretaris APTRI, menyambut baik niat tokoh politik muda yang energik tersebut.
Menurutnya, dukungan ini sangat berarti dalam membela petani tebu yang sudah tujuh tahun menderita akibat dampak salah kelola oleh manajemen PT GMM Bulog.(Setyorini)


0 Comments
Post a Comment