INFOKU, BLORA – Ada sekitar 8 mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kabupaten Blora, kemarin.
Mereka menyoroti
dugaan perselingkuhan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang belakangan ramai
diperbincangkan.
Mahasiswa datang menggunakan sepeda motor secara berboncengan. Setiba di lokasi, mereka langsung membentangkan sejumlah spanduk di pagar gedung DPRD Blora.
Diantaranya
bertuliskan “Putuskan Rantai perselingkuhan-asn" hingga “Tegakkan Good
Governance”.
Aksi dimulai
sekitar pukul 12.12. Massa secara bergantian menyampaikan orasi.
Salah satu peserta
aksi Zaenal Mahdi Mutaqin mengatakan, mahasiswa datang membawa aspirasi terkait
moralitas ASN di Kabupaten Blora.
“Kami menyampaikan
aspirasi ke DPRD dan bupati dengan landasan moralitas. Sebagai social control,
itu tugas kami mengawasi,” katanya.
Menurut dia,
moralitas dan integritas menjadi landasan penting bagi ASN dalam memberikan
pelayanan publik.
Baca juga : Kasus Dugaan Perusakan Jalan Agus Palon Tahap Pelimpahan Berkas ke Kejari
Karena itu, ASN
dinilai harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Mahasiswa juga
menuntut bupati mencopot jabatan oknum ASN yang diduga terlibat perselingkuhan
sambil menunggu proses hukum berjalan.
Selain itu, DPRD
diminta melakukan pengawasan secara terbuka.
Aksi tersebut
ditemui Ketua Komisi A DPRD Blora Supardi.
Dia menyatakan
aspirasi mahasiswa akan dikawal DPRD.
“Terkait dugaan
perselingkuhan kepala puskesmas, kami menampung aspirasi mahasiswa. Insya Allah
akan kami kawal,” ujarnya.
Menurut Supardi, DPRD sebelumnya telah memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama BKPSDM Blora.
Baca juga : Sebanyak 13 ASN Blora Ajukan Izin Cerai dalam waktu 5 Bulan
Dari hasil
koordinasi itu, oknum ASN yang bersangkutan disebut telah mendapat sanksi
penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah.
“Untuk proses selanjutnya, kami menunggu hasil pemeriksaan Polda DIY karena perkara masih bergulir,” tambahnya. (Endah/IST)


0 Comments
Post a Comment